Rumah Singgah untuk Asatidz di Kaki Gunung Sumbing

MERAPI-ISTIMEWA
Pentasyarufan program bangun rumah singgah untuk guru ngaji di kaki Gunung Sumbing.

RUMAH Tahfidz Lukman Hakim bagi sebagian masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi didengar. Ya, Rumah Tahfidz Lukman Hakim merupakan salah satu rumah tahfidz binaan PPPA Daarul Qur’an Semarang yang terletak di dusun tertinggi di kaki Gunung Sumbing, yaitu Dusun Prampelan, Kaliangkrik, Kota Magelang.

Penduduk di Dusun Prampelan terbilang cukup padat dengan letak dusun yang berada di kaki Gunung Sumbing. Nuansa pondok pesantren pun begitu terasa di dusun ini, sehingga tak heran jika kehadiran Rumah Tahfidz Lukman Hakim diterima dengan begitu hangat oleh masyarakat setempat.

Sebuah pondok pesantren yang berbasis boarding school ini memiliki sekitar 350-an santri putra dan santri putri yang dibimbing oleh 30 pengajar dari berbagai penjuru daerah. Sehingga tak sedikit dari mereka yang tinggal dengan menyewa rumah di sekitar lingkungan rumah tahfidz.

Bahkan tak jarang pula mereka yang harus berangkat pagi dan pulang larut malam dengan menuruni jalanan di kaki Gunung Sumbing untuk menuju rumahnya yang ada di wilayah Magelang Kota. Namun, semua itu tetap dijalani oleh para pengajar tanpa mengenal lelah demi bisa mencetak para generasi penghafal Qur’an di negeri ini.

Melihat kegigihan dan semangat para pengajar dalam mengajar dan mendampingi santrinya, membuat pengasuh rumah tahfidz dan PPPA Daarul Qur’an Semarang mencarikan solusi akan keadaan ini, yakni dengan ikhtiar membangunkan rumah singgah untuk para pengajar. Akhirnya pada Selasa (8/8) lalu, melalui dukungan dari segenap donatur, PPPA Daarul Qur’an Semarang telah menyalurkan bantuan untuk pembangunan Rumah Singgah assatidz di Rumah Tahfidz Lukman Hakim.

“Saya, mewakili segenap keluarga besar Rumah Tahfidz Lukman Hakim mengucapkan jazakumullah khairan katsir atas segala perhatian, bantuan serta kerjasama yang baik yang selalu diberikan oleh PPPA Daarul Qur’an. Kita tidak bisa membalas apa-apa selain doa semoga PPPA Daarul Qur’an dan segenap kebaikan para donatur kelak dibalas dengan yang lebih baik oleh-Nya di yaumil qiyamah nanti. Aamiin,” tutur Ustadz Syamsudin, pengasuh Rumah Tahfidz Lukman Hakim, Magelang. (*)

Read previous post:
MEMBACA RELIEF CANDI BOROBUDUR (3-HABIS) – Kisah Avadana Menceritakan Romansa Manohara

Ceritera kedua yang dibaca dalam loka karya ini adalah ‘Romansa Manohara’ yang bersumber dari kisah ‘Avadana’ oleh Bhikku Anandajotti, Ehipassiko

Close