MEMBACA RELIEF CANDI BOROBUDUR (1) – Karmawibhangga Mengisahkan Hukum Sebab Akibat

Candi Borobudur merupakan sebuah ‘buku besar’ yang memuat ceritera dan kisah-kisah perjalanan hidup manusia, khususnya Sang Siddharta Gautama, dalam upaya mencapai kesempurnaan hidup untuk menuju ke Nirwana.

CERITA dan kisah-kisah tersebut tersaji dalam pahatan relief-relief yang menyampaikan pesan agar manusia dapat membina diri menuju ke puncak hakekat kemanusiaan yaitu keterbebasan dari ketamakan, kebencian dan kekeliru-tahuan (loba, dosa dan moha) dan memperbaharui kehidupan berdasarkan rasa ikhlas, welas dan mawas.

Candi Agung Borobudur memiliki 2.672 panil relief, 1.460 relief cerita (naratif) dan 1.212 relief dekoratif. Relief yang menyajikan ceritera terdiri atas 5 gugus relief. Gugus relief paling bawah adalah Relief Karmawibhangga yang terdiri atas 160 panil relief yang kini tertutup oleh bagian dasar candi, hanya ada 4 panil relief di sudut tenggara yang dibuka. Rangkaian relief Karmawibhangga mengisahkan Hukum Sebab Akibat perbuatan manusia dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat universal.

Di dinding luar (langkan) lantai pertama terdapat relief Jataka sebanyak 500 panil. Relief ini menceriterakan kisah kelahiran masa lampau Boddhisattwa (bakal Buddha) dalam upaya menyempurnakan kebajikan demi untuk mencapai kecerahan. Relief Avadana yang berisi
kisah-kisah epik moral kelahiran masa lampau Boddhisattwa, 120 panil berada di lantai satu dan 100 panil di lantai dua.

MERAPI-AMAT SUKANDAR
Relief Karmawibhangga di sudut Tenggara kaki Candi Borobusur.

Relief Lalitavistara sebanyak 120 panil yang mengisahkan kehidupan Sang Buddha Gautama dari sebelum masa kelahiran, masa kelahiran, masa muda, mencapai kecerahan sampai saat pengajaran pertamanya di Taman Rusa. Relief ini berada di lantai pertama dinding dalam deretan atas. Sedangkan relief Gandavyuha sebanyak 460 panil berada di lantai dua sampai empat di dinding candi mau pun dinding langkan dengan ceritera perjalanan Sudhana menemui para mitra dan guru kebajikan untuk merealisasi kecerahan akal budi.

Secara bertahap 1.460 panil relief tersebut akan dipelajari secara bertahap dalam kegiatan ‘Seni Membaca Relief Candi Borobudur’ dengan fasilitator Bambang Eka Prasetya, MM sebagai inisiator Seni Membaca Relief (Sebar) dari Sekolah Budaya Nitramaya, Magelang. (Amat Sukandar)

Read previous post:
Sensus Penduduk 2020, BPS Tunda Home Visit Penduduk Isolasi Mandiri

KARANGANYAR (MERAPI) - Dalam sensus penduduk 2020, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar menunda kunjungan ke rumah penduduk isolasi mandiri

Close