LEGENDA RUAS SUNGAI SEMPOR SLEMAN (2) – Penunggu Berupa Ular Besar dan Ikan Pelus

Suatu ketika Wongso bertirakat di Gunung Kekep. Ia melihat ada sebuah wujud kekuningan sepanjang satu jengkal tangannya. Wujud atau bentuk benda itu memanjang. Kira-kira besarnya sebesar jari kelingking anak-anak.

BENDA kekuningan itu tampak demikian mengkilat dan bersinar-sinar. Ketika didekati ternyata benda tersebut meloncat-loncat dengan cepat. Wongso sangat penasaran melihat hal itu. Benda itu pun dikejarnya. Namun apa yang dilakukan Wongso tidak membuahkan hasil. Benda tersebut lenyap begitu dikejar Wongso. Wongso percaya bahwa benad tersebut adalah benda gaib. Bahkan ia mempercayai bahwa benda tersebut adalah pusaka semacam besi kuning.

Kecuali itu di Gunung Kekep juga terdapat sepokok pohon beringin putih. Pohon beringin putih ini kini telah tumbuh besar. Sumber setempat menerangkan bahwa beringin putih ini ditunggui oleh makhluk gaib berupa kera berbulu putih yang disebut sebagai Kethek Putih. Kera ini dapat sewaktu-waktu menampakkan diri pada pelaku spiritual yang mendatangi Gunung Kekep.

Tidak ada yang tahu apakah penampakan dari Kethek Putih ini sebagai sasmita akan terwujudnya ujub atau bukan. Hanya saja dianjurkan bagi para pelaku spiritual agar tidak mengganggu Kethek Putih dan pohon beringin putih di Gunung Kekep. Tidak ada yang tahu pula apakah kera putih ini memiliki kaitan dengan cerita tentang Anoman atau tidak. Namun kera putih ini memang dipercaya sebagai salah satu penunggu di wilayah itu.

Berkait dengan Gunung Kendhil, Gunung Kendhil pun memiliki kisah mistisnya sendiri. Menurut Edy Pranoto (76) yang sering mengantarkan peziarah ke tempat tersebut Gunung Kendhil ditunggui oleh makhluk halus berupa ular besar yang dinamakan Taksaka. Gunung Kendhil itu sendiri keletakannya tidak begitu jauh dari rumah Edy Pranoto. Menurutnya pula ular besar itu dapat menampakkan diri pada siapa pun juga. Kenampakannya tidak bergantung pada berat tidaknya laku spiritual yang dilakukan oleh para pelaku spiritual. Jadi, sosok ini bisa nampak kapan saja.

Selain Taksaka, di Gunung Kendhil juga terdapat penunggu gaib lain yang disebut Ki Sarpa. Ki Sarpa ini berwujud ikan pelus (sidat raksasa) namun ekornya buntung. Ki Sarpa ini selain dipercaya sebagai salah satu penunggu gaib Gunung Kendhil juga dipercaya sebagai penunggu Kedhung Aren alias Bendungan Sempor. Penunggu gaib yang bernama Ki Sarpa ini setidaknya pernah dilihat oleh Edy Pranoto, penduduk setempat yang juga menjadi jurukunci Sumber Sempor atau Sumber Rempelas.

Pada masa mudanya Edy Pranoto memiliki hobi memancing ikan. Salah satu tempat favoritnya memang Kedhung Aren. Kedhung Aren atau Bendungan Sempor sejak dulu dikenal sebagai tempat yang banyak ikannya. Salah satu jenis ikan yang terkenal dari kedung ini adalah jenis ikan Klaper. Menurut Edy Pranoto ikan Klaper memiliki wujud mirip ikan emas atau tombro.

Ikan ini bisa tumbuh besar hingga sebesar betis orang dewasa. Edy Pranoto beberapa kali mendapatkan jenis ikan ini ketika memancing di Kedhung Aren. Untuk membawanya pun ia terpaksa menggunakan sarungnya karena kalau dipegang dengan tangan sangat sulit. Kecuali memang ukurannya besar dan licin gerakannya juga sangat lincah.

Suatu ketika Edy Pranoto hendak memancing di Kedhung Aren. Saat itu hari masih pagi. Udara cerah dan matahari mulai bersinar terang. Begitu sampai di Kedhung Aren, Edy Pranoto terkejut. Ia melihat sebuah benda berada di tengah-tengah batu besar. Batu itu posisinya di tengah kedhung. Sebenarnya ada dua batu yang terdapat di tengah kedhung. Satu di tengah persis, satunya lagi agak di pinggir dekat sebuah pohon besar. (Albes Sartono)

Read previous post:
Pemkab Sukoharjo Luncurkan Layanan Belanja Online di 11 Pasar Tradisional

SUKOHARJO (MERAPI) - Pemkab Sukoharjo luncurkan layanan online grab assistant dan grab express serta toko produk asli Sukoharjo (PAS) di

Close