LEGENDA RUAS SUNGAI SEMPOR SLEMAN (1) – Melihat Wujud Kekuningan di Gunung Kekep

Ada banyak tempat atau lokasi di wilayah Sleman yang memiliki kandungan cerita berbalut mistis, legenda, mitos, folklore, dan sebagainya. Beberapa tempat itu di antaranya di seputaran Gunng Merapi, berbagai candi, berbagai sendang, berbagai makam, sungai, hutan, dan berbagai bukit atau gunung.

DI ANTARA beberapa tempat atau objek penuh mitos itu dapat disebutkan juga misalnya Gunung Batok dan Waduk dan Sumber Sempor di wilayah Tridadi, Sleman. Kecuali Gunung Bathok dan Sumber serta Waduk Sempor, di wilayah Tridadi, Sleman juga terdapat tempat yang juga memiliki kandungan nuansa mistis. Tempat tersebut di antaranya adalah Gunung Kekep, Gunung Kendhil, Sungai Sepata/Sungai Supata, dan Kedhung Aren. Ketiga tempat ini secara kebetulan merupakan objek yang keletakannya saling berdekatan. Ketiganya masih berada dalam satu jalur atau ruas Sungai Sempor, yakni sungai yang telah menewaskan siswa-siswi SMP N I Turi dalam kegiatan susur sungai yang kemudian tiba-tiba banjir (21 Februari 2020). Ketiga objek termaksud juga masih dalam lingkup Dusun Beteng Durenan, Tridadi, Sleman, Sleman.

Gunung Kendhil untuk saat ini boleh dikatakan sudah sulit dideteksi lagi keberadaannya, lebih-lebih oleh orang yang di luar Dusun Beteng Durenan. Lokasi Gunung ini sebagian besar telah menjadi kebun, kandang ternak, dan kolam. Sebenarnya Gunung Kendhil wujudnya juga tidak terlalu besar dan tinggi. Sosoknya hanyalah berupa bukit kecil yang ada di sisi atas kiri (dari arah hilir) Bendungan Sempor atau Kedhung Aren. Sementara itu Gunung Kekep berada sedikit di atas kanan dari Gunung Kendhil. Jadi kedua gunung ini berdiri seberang menyeberang dari Sungai Sempor.

Gunung Kendhil dinamakan demikian karena dulunya bentuknya mirip dengan kendil (periuk untuk menanak nasi atau tempat gudheg di zaman sekarang). Sementara Gunung Kekep dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai kekep atau tutup kendil. Jadi, secara simbolik kedua gunung tersebut dapat dianggap sebagai sepasang gunung. Semacam wadah dengan tutupnya.

Gunung Kekep kecuali bentuknya mirip tutup kendil juga mirip jamur atau payung. Artinya, pada bagian bawah tanahnya menjorok ke dalam sehingga membentuk ruangan seperti gua yang melingkari kaki gunung tersebut. Sementara itu Kedhung Aren terletak di bawah bendungan atau Waduk Sempor. Kedhung Aren dinamakan demikian karena dulunya di sekitar kedhung tersebut terdapat begitu banyak pohon aren atau pohon kolang-kaling.

Kisah yang bernuansa mistis mengenai tempat-tempat tersebut dapat disebutkan misalnya dengan kejadian yang dialami oleh orang yang bernama Wongso. Menurut sumber setempat Wongso adalah orang yang gemar melakukan peziarahan ke berbagai tempat. Hal ini dilakukan Wongso dengan berbagai ujub sekaligus menguji mentalnya. Suatu ketika Wongso bertirakat di Gunung Kekep. Beberapa hari ia berada di tempat itu. Entah pada hari yang ke berapa ia melihat ada sebuah wujud kekuningan sepanjang satu jengkal tangannya. Wujud atau bentuk benda itu memanjang. Kira-kira besarnya sebesar jari kelingking anak-anak. (Albes Sartono)

Read previous post:
SIMULASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN: Pelanggar Mendapat Surat Teguran

BANTUL (MERAPI) - Satpol PP Kabupaten Bantul menggelar simulasi operasi patuh penegakan protokol kesehatan di Taman Adipura Jalan Jenderal Sudirman

Close