KISAH JAKA SANGKAN DAN JAKA PARAN (8-HABIS) – Sama-sama Diangkat Menjadi Senapati Mataram

Babad Tanah Jawa mengisahkan, kini dua sahabat ‘tunggal guru’ sama-sama murid Kyai Majalima kemudian bersama menghadap Pangeran Adipati Anom, untuk bersama-sama melawan prajurit ‘kraman’ pimpinan Raden Trunajaya.

KEDUA sahabat Jaka Sangkan dan Jaka Paran oleh Pangeran Adipati Anom kemudian diangkat menjadi senapati Mataram, untuk membasmi ‘kraman’ Trunajaya.

Mataram betul-betul sudah dikuasai prajurit ‘kraman’ Trunajaya, namun berkat keberanian dan ketangkasan Jaka Sangkan dan Jaka Paran ‘duet senapati’ Mataram lambat laun bisa merebut kembali. Banyak prajurit ‘kraman’ yang tewas, lainnya melarikan diri.
Kini Raden Trunajaya tinggal dengan senapati satu-satunya yakni Mawani orang Bugis yag dulu menawan Rara Sunyi adik dan ibunya Jaka Sangkan, bahkan yang membunuh Tumenggung Gajah Alit.

Jaka Sangkan ingin balas dendam, maka begitu melihat Mawani langsung saja pukulan mautya mendarat di dagu membuat musuh geloyoran. Belum sempat Mawani bangun sudah didugang sekuat tenaga oleh Jaka Sangkan, kemudian diinjak kepalanya membuat senapati Trunajaya semakin kewalahan.

Jaka Sangkan semakin ‘waringuten’ orang Bugis itu dijadikan pelampiasan kemarahannya, dilain pihak Jaka Paran juga perang tanding dengan Raden Trunajaya. Keduanya adu keuletan, ketangkasan bahkan ‘kadigdayan’ yang mereka miliki. Murid Kyai Majalima ini terlihat semakin kokoh, dan perkasa, membuat Raden Trunajaya semakin ngos-ngosan.

Dalam satu gebrakan, Jaka Sangkan berhasil menyabetkan pedang ke tubuh Mawani, dan akhirnya senapati ‘kraman’ ini geloyoran gemebruk berkalang tanah tidak ‘nggandra’ alias keok melawan Jaka Sangkan. Melihat senapatinya ambruk, Raden Trunajaya memilih melarikan diri ‘oncat’ dari perkelahaian melawa Jaka Paran. Raden Trunajaya bisa lolos sampai bukit Ngantang, tetapi terus dikejar oleh para prajurit Mataram dibawah pimpinan Jaka Sangkan dan Jaka Paran. Begitu ketangkap langsung dibunuh oleh Pangeran Adipati Anom, membuat semua lega dan gembira. Pangeran Adipati Anom kemudian naik tahta juga berjuluk Sinuhun Amangkurat, Jaka Sangkan dan Jaka Paran keduanya diganjar jabatan menjadi bupati. Jaka Paran pun menikah dengan Rara Sunyi adik Jaka Sangkan. Persahabatan Jaka Sangkan dan Jaka Paran pun terus terjalin, bersama kembalinya Mataram yang aman damai dan sejahtera.(Ki Sabdo Dadi).

Read previous post:
Anni Viviola dan Cover Lagu Los Dol

PEDANGDUT muda Yogyakarta Anni Viviola, boleh dibilang paling sregep mencover lagu dan kemudian diunggahnya di channel YouTube. Namun begitu, meski

Close