SENOPATI ING ALAGA KEJATUHAN BINTANG (5) – Berjalan di Atas Gelombang Samodra

“Dilihatnya ada seseorang berdiri sambil berdoa, agaknya kekuatan doanya itulah yang menjadikan gara-gara di laut selatan. Kanjeng ratu mendekati Senopati yang masih khusuk berdoa. Ia menyembah dan bersujud di kakinya.

“PADUKA, permohonanmu kepada Allah telah dikabulkanNya. Paduka akan menjadi raja di Mataram secara turun tenurun kepada anak cucu menguasai Tanah Jawa. Paduka, kasinilah para penghuni laut Selatan doamu membuat gara-gara yang merusakkan laut selatan. Ketahuilah bahwa aku Ratu Laut selatan mohon ampunanmu berhentilah berdoa karena doamu telah terkabul dan agar seisi laut kidul tidak terkena lagi gara-gara, kembali tenang dalam kehidupan yang penuh kebahagiaan. Selain itu, Paduka. Jin, peri perayangan, dan setan diseluruh Jawa ini semua tunduk kepada Paduka. Siap diperintah apa saja termasuk membela Paduka dan prajurit Mataram dari serangan musuh”, panjang lebar Kanjeng Ratu Kidul menyampaikan sembah kepada Senopati.

Girang hati Senopati Ing Alaga mendengar kata-kata Kanjeng Ratu Kidul tadi, gara-gara yang terjadi di lautpun hilang seketika, ikan-ikan yang tadi sudah mati kini hidup kembali. Kebahagiaanpun kemudian di rasakan oleh seluruh makhluk di samodra kidul.
“Terima kasih, Paduka. Aku mau kembali ke Kraton kidul”, Kanjeng ratu yang cantik jelita itu membungkuk hormat. Dari balik kuthu baru kebayanya yang ijo itu Senopati melihat sesuatu yang mengagumkan sekaligus menggetarkan perasaan kelelakiannya.

Akhirnya ketika Kanjeng Ratu Kidul pamitan dan berjalan di atas air ke selatan Senopatipun ngenthil di belakangnya. Karena kesaktian Ratu Kidul maka Senopati pun bisa berjalan di atas gelombang samodra tanpa tenggelam.
Sesampai di Kedaton Kidul Senopati Ing Alaga terkagum-kagum karena hampir semuanya terdiri dari emas berlian, indah dan gemerlapan. Bahkan untuk sekedar sebutir kerikil saja dibuat dari emas.
“Lho, Ni Mas. Apa-apaan ini kerikil kok dibuat dari emas untuk apa?”, tanya Senopati.
“Ya, sewaktu-waktu untuk mlintheng manuk”, jawab Ratu Kidul tertawa cekikikan.

“Ni Mas, bolehkah aku melihat kamar tidurmu?”, tanya Senopati mencoba memancing ketertarikan Kanjeng Ratu Kidul kepadanya.
“Boleh. Nah, di sanalah ada manuk yang harus kuplintheng”, jawab Ratu Kidul mengerling Senopati dengan sudut matanya. Tentu saja main mata yang aduhai itu membuat kegemasan di hati Senopati kian melonjak-lonjak. Dengan serta merta Kanjeng Ratu kidul dipeluknya lalu dibopong ditidurkan di kasur empuk. Tidak disebutkan cara kedua insan tadi memadu kasih apakah mereka berdua terganggu oleh deburan ombak laut selatan yang ganas itu? Ataukah mereka berdua justru keasyikan karenanya? Entahlah.
Tiga hari tiga malam Senopati nginep di laut selatan berdendang asmara dengan Kanjeng Ratu Kidul yang cantik jelita. Bahkan Senopati tahu kalau seluruh bagian tubuh wanita itu wangi, arum sarandune awak. (Akhiyadi)

Read previous post:
Jaga Kesehatan Kulit dengan Nila Merah

SEBAGIAN jenis satwa maupun tumbuhan dapat diolah menjadi asupan enak dikonsumsi. Bahkan diyakini memiliki nilai gizi cukup tinggi serta beberapa

Close