MAKAM RATU MALANG DAN KISAH CINTA MEMILUKAN (3-HABIS) – Sendang Moyo Masihg Sering Digunakan untuk Mandi

Menurut penjelasan Pak Jito, Sendang Moyo (awalnya) untuk makam Ratu Malang. Waktu digali keluar air dan ditunggu selama tujuh hari tujuh malam tapi tidak kering.

SELAMA menunggu genangan air mengering, Amangkurat menunggu jenazah Ratu Malang siang malam, berbicara dengan jenazahnya dan menciuminya. Bahkan Amangkurat menolak menguburkan jenazah karena sangat kasmaran.

Sendang Moyo sendiri merupakan dua kolam untuk menampung air hujan, yang letaknya di sebelah timur laut makam. Kolam yang berada di luar dinding keliling berukuran 6 meter x 6 meter, sedangkan yang berada di dalam dinding keliling berukuran 3,5 meter x 5 meter. Sendang tersebut dikelilingi dinding setinggi 3 meter dengan ketebalan 2,1 meter.

Saat kematian Ratu Malang, kondisi Kerajaan menjadi tidak stabil. Para sentana dan Bupati memohon agar Raja segera kembali ke Istana tetapi ditolak dengan keras sampai akhirnya Sang Raja bermimpi kalau Ratu Malang tengah berkumpul dengan suaminya dan akhirnya sang Raja pergi dan memerintahkan jenazah segera dikuburkan.

MERAPI – WULAN YANUARWATI
Makam suami Ratu Malang, Ki Dalang Panjang Mas di bawah pohon besar yang terletak di Kompleks makam bagian belakang.

Meski begitu, banyak versi yang diceritakan dalam kisah cinta memilukan ini. W.L Olthof dalam Babad Tanah Jawi, mulai dari Nabi Adam Sampai Runtuhnya Mataram menyebut bayi Ratu Malang dari suami terdahulu akhirnya lahir dan karena kecintaan Raja terhadap bayi tersebut, maka Raja memerintahkan agar Ki Dalang Panjang Mas dibunuh. Sepeninggalnya, Ratu Malang sangat sedih dan selalu menangis hingga tak lama kemudian meninggal karena sakit mutaber.

Hingga saat ini, Makam Ratu Malang masih ramai dikunjungi peziarah, tak sedikit juga yang meminta-minta ilmu pengasihan. Beberapa orang percaya bila mandi di Sendang Moyo bisa membuat ilmu pengasihan sehingga banyak dicintai orang. Di sisi lain, Kompleks makam terkenal sangat angker sehingga harus selalu menjaga sopan santun saat berkunjung.
“Banyak yang kesurupan mbak, ya karena tidak sopan, nerobos masuk pintu gitu aja,” imbuh Pak Jito. (C-4)

Read previous post:
BPBD Gunungkidul Relokasi SMP Saptosari

SAPTOSARI (MERAPI) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul merelokasi SMP Negeri 3 Saptosari yang terdampak Badai Cepaka di

Close