JAZAD UNTUNG SURAPATI WANGI (5) – Dipendam Dua Tahun Jasad Tidak Membusuk

Rombongan kompeni pun berangkatlah dengan membawa peralatan-peralatan seperlunya.
Mereka bergembira ria sepanjang perjalanan menuju ke pekuburan di dusun Kertawangin.

TERNYATA kuburan itu rata dengan tanah, tidak ada gundukan maupun nisan bahkan juga tanpa maejan. Di atas makam itu ditumbuhi aneka macam perdu dan ilalang yang nampak tumbuh lebat nan subur.
“Pantas jika banyak orang tak tahu kuburnya pemberontak sakti ini? Karena makamnya memang begini tidak wajar”, gerutu salah satu prajurit Kartasura yang menemani Pangeran Purbaya datang ke tempat tadi.
“Ya. Itulah liciknya Untung Surapati”, jawab Pangeran Purbaya.

Sesudah tanah digali nampaklah Jazad Untung Surapati masih dalam keadaan utuh dan berbau wangi sekali. Inilah yang membuat serdadu kompeni dan Tuan Komisaris terheran-heran, bagaimana mungkin jazad seseorang yang dipendam dalam tanah selama dua tahun sama sekali tidak membusuk, masih nampak utuh, dan wangi baunya?

Tuan Kamisaris lalu memerintahkan anak buahnya agar membuat semacam tandu yang diberi tempat duduk. Jazat Untung Surapati kemudian diberi pakaian lengkap, didudukkan di tandu, satu per satu semua serdadu kompeni mmberi hormat dan menyalami jazad Untung Surapati,
“Kamu memang priya sangat sakti maka musuhmu memang harus kompeni”, kata Tuan Komisaris sambil menyalami tangan janazah Untung Surapati. Seluruh serdadu Kompeni yang hadir disuruhnya memberi hormat kepada jazat Untung Surapati dengan membunyikan tembakan salvo dan ledakan meriam berkali-kali.
“Usung Untung Surapati ke tempat terbuka!”, perintah Tuan Komisaris. Empat serdadu kompenipun memanggul tandu dimana Jazat Untung Surapati yang berpakaian lengkap duduk dikursi. Mereka membawanya dengan berjalan cepat terkadang malah berlarian agar lekas smpai ke sebuah tempat terbuka yang cukup luas.

Tuan Komisaris sejenak memandangi jazad Untung Surapati mendadak rasa marahnya muncul seketika di rongga dadanya. Untung Surapati ini telah membunuh ribuan serdadu kompeni selama pemberontakannya berlangsung.
“Kumpulkan jerami dan daunan kering! Bakar jazad Untung Surapati, cepaaaat!”, teriak tuan Komisaris dengan nada marah dan giginya nampak menggeretak didera oleh kejengkelannya.

Jerami dan daunan kering ditumpuk undung sampai jazat Untung Surapati tenggelam di tengah tumpukan jerami dan daunan kering. Kemudian jerami itu ramai-ramai dibakar hingga api menjilat-jilat makin lama makin membesar karena tertiup angin.
Aneh. Jazat Untung Surapati itu tidak mempan dibakar, masih tetap utuh. Lalu dikumpulkannya lagi jerami dan daunan kering dibakarnya sekali lagi dengan api yang sama besarnya. Eh, tetap tidak mempan.

Tuan Komisaris misuh-misuh dengan bahasa Belanda dan tidak ada yang mengerti arti pisuhannya itu. Hanya saja Tuan Komisaris lalu mengambil arak beberapa ratus botol jumlahnya. Arak-arak tersebut dibuka tutupnya lalu dituangkan ke tubuh jazat Untung Surapati sampai nampak basah kuyup sekujur tubuhnya.
“Ambil korek jres! Bakar tubuh pemberontak gila ini!”, teriak Tuan Komisaris memberi perintah kepada anak buahnya. Maka terbakarlah jazat Untung Surapati, hangus menjadi abu.
“Semua serdadu kompeni ambil sejumput-sejumput abu jazah pemberontak ini. Simpan dalam bungkusan kertas masukkan ke saku baju kalian!”, perintah Tuan Komisaris. (Akhiyadi)

Read previous post:
Berbahan Kedelai Jaga Imunitas Tubuh

TERAPI secara alami untuk membantu mencegah maupun melawan gangguan kesehatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Termasuk di antaranya dengan rutin

Close