NYAI AGENG PANCURAN (6) – Sarapan Sambil Berbincang Situasi Demak

Kanjeng Sunan Kalijaga tersenyum bangga melihat cara Kulup memanjat pohon kelapa yang begitu cepatnya dan sejanjang kelapa muda sekali ditariknya dengan tangan kanannya lepas dari pohonnya dan jatuh berantakan di tanah.

“CUCUMU memiliki ketrampilan dan kekuatan jasmani yang hebat. Besuk bisa jadi lurah prajurit wiratamtama Demak”, bisik Kanjeng Sunan kepada Ki Ageng Pancuran.
“Alhamdulillah”. Jawab Ki Ageng Pancuran.
Kanjeng Sunan Kalilijaga kemudian mengajak duduk-duduk saja di gandhok sebelah kanan yang kondisinya sudah bersih bergelaran tikar pandan putih karena semalam habis dipakai untuk pengajian warga setempat.
“Istrimu tentu akan melaporkan soal kelakukan Trenggana itu”, kata Kanjeng Sunan.
“Ah, sepertinya aku ini siapa? Kelakukan raja kok dilaporkan kepadaku?” jawab Ki Ageng Pancuran tersenyum.
“Maksudku begini, Adi. Istrimu itu akan mengajak membicarakan bagaimana sebaiknya sehubungan dengan perkembangan situasi Demak belakangan ini?”.
“Kalau menurut Kanjeng Sunan bagaimana?”

Kanjeng Sunan Kalijaga terdiam sejenak, pandangan matanya menerawang di kejauhan.
Belum lagi beliau memberikan jawaban Nyai Ageng Pancuran di bantu oleh Kulup cucunya datang membawa wakul berisi nasi panas, dan beberapa bungkus gudangan megana sudah dicampur dengan bumbunya yang terbuat dari parutan kelapa yang dikukus diberi brambang, bawang, teri, garam, gula, dan sedikit kencur.
“Maaf, Kanjeng Sunan. Sarapan kita kali ini sederhana saja, nasi megana”, kata nyai Ageng Pancuran.
“Ini masakan enak sekali. Mari segera kita nikmati!”, ajak Kanjeng Sunan Kalijaga.

Sambil makan mereka berbincang-bincang. Nyai Ageng Pancuran menceritakan kalau semalam dia dan cucunya menginap di rumah Bekel Anom Suradaya. Mantan pekathik di Demak itu kini tinggal di kampung Durenan tepian timur hutan Lodaya di dekat sebuah sungai kecil.
“Kanjeng Sunan, menurut Bekel Suradaya sekarang dimana-mana orang pada suka membicarakan rencana Demak yang mau menyerang daerah Ujung timur Jawa timur untuk memperluas wilayah dan ingin mengakhiri kekuasaan Kerajaan kafir Majapahit?”, kata Nyai Ageng Pancuran. (Akhiyadi)

Read previous post:
Tim Pemulasaran Jenazah Di-Swab

KARANGANYAR (MERAPI) - Tim pemulasaran jenazah Covid-19 menjalani tes swab yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Kamis (4/6). Sampel

Close