PANGERAN MANGKUBUMI SUKA TIRAKAT (3-HABIS) – Kungkum di Kali Pepe Semalaman

DICERITERAKAN sebelumnya, bahwa Sinuhun Paku Buwono 2 sangat sayang dengan rayi dalem Raden Mas Sujana . Untuk mengatasi agar rayi dalem tidak pergi atau menghilang dari keraton, maka Raden Mas Sujana lantas diwisuda menjadi Kangdjeng Pangeran Mangkubumi. Harapan Sinuhun Paku Buwono 2, kalau sudah menjadi pangeran nantinya rayi dalem tidak akan pergi murca meninggalkan keraton.
Dalam Babad Tanah Jawa diceriterakan, meski sudah diwisuda menjadi seorang pangeran, karena memang dasarnya suka laku tirakat namur kawula tetap saja diam-diam meninggalkan keraton. Namun karena sudah tidak bisa meninggalkan keraton semaunya sendiri, maka melakukan tirakat, mesu sarira tapa brata dengan caranya sendiri.

Yakni melakukan tapa kungkum sewengi natas di Kali Pepe, yang tidak jauh dari keraton. Untuk menguji ketahanan tubuh atau kekuwatan sarira beliau lantas melempar sesupe atau cincin emas yang ditarik keluar dari jarinya, ke dalam air. Kemudian dicari sambil berenang, menyelam kesana kemari, kalau sudah ketemu dilempar kembali dan dicari lagi. Demikian terus dilakukan hingga pagi hari, sehingga semalaman beliau kungkum gogoh sesupe hingga bibirnya kelihatan biru-biru nggebibir kedinginan. Raden Mas Sujana tidak akan keluar dari dalam air, andaikata sesupe miliknya belum ketemu.

Itulah tapa bratane Raden Mas Sujana setiap malamnya, sore hari berangkat menjelang pagi baru pulang masuk keraton. Nah, suatu hari ketika beliau pulang dari Kali Pepe menuju keraton, di tengah jalan dihadang sekawanan begal yang ingin merampas harta kekayaannya. Kangjeng pangeran pasti ngasta teken dari kayu kedoya, dan semuanya tidak ada yang kuat menahn pukulan kayu kedoya. Akhirnya, para begal tersebut menyerah, nungkul dan mengabdi kepada beliau.

Syahdan, ketika pecah perang Cina dan Sinuhun Paku Buwono 2 sendiri keplayu utawa kendhang sampai Ponorogo dan akhirnya bisa kembali ke Kartasura dengan selamat. Banyak para pangeran, dan prajuritya yang lolos namun belum kembali ke keraton. Mereka malah pacak baris di luar keraton, menghimpun kekuatan, dipimpin Tumenggung Martapura untuk melakukan kudeta ngraman merebut kekuasaan. Bumi Sukawati telah dikuasai Tumenggung Martapura dan para pembantunya , membuat Sinuhun Paku Buwono merasa prihatin.

Akhirnya Sinuhun Paku Buwono 2 dhawuh atau perintah pada rayi dalem untuk mengatasi kudetanya Tumenggung Martapura, di bumi Sukawati. Pangeran Mangkubumi adalah seorang pangeran yang disuyuti oleh banyak rakyat kecil, maka begitu mendengar kabar yang akan memerangi Tumenggung Martapura banyak kawula alit yang membantunya. Begitu juga sebagian bala prajurit Tumenggung Martapura yang sebelumya hanya terpaksa kepeksa mbiyantu otomatis memisahkan diri dan berbalik melawan para kraman . Mendapat bantuan para kawula alit, dan sebagian pembantunya Tumenggung Martapura sendiri, membuat Pangeran Mangkubumi unggul jurite mampu mematahkan kraman yang dipimpin Tumenggung Martapura. Sebagai hadiah karena Pangeran Mangkubumi unggul jurite berhasil numpes kraman, belaiu diberi ganjaran bumi Sukowati. (Ki Sabdo Dadi)

Read previous post:
Pamit Mancing Belum Pulang

PATI (MERAPI) - Pamit pergi mancing, namun selama empat hari, Teguh Riyanto (33) belum pulang ke rumahnya di desa Pegandan

Close