MASJID SUNAN MURIA: SEDERHANA, CINTA ALAM DAN PEDULI SESAMA (1) – Meninggalkan Kehidupan Mewah di Istana

Sunan Muria dilahirkan dengan nama Raden Umar Said atau Raden Said. Menurut beberapa riwayat, dia adalah putra dari Sunan Kalijaga yang menikah dengan Dewi Soejinah, putri Sunan Ngudung. Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara kota Kudus, Jawa Tengah, tempat dia dimakamkan. Salah satu peninggalannya adalah Masjid Sunan Muria di puncak Bukit Muria sekitar 18 Km sebelah utara kota Kudus.

SEBENARNYA Sunan Muria memiliki pilihan untuk hidup mewah di istana dan terlibat politik kekuasaan di Kesultanan Demak. Nerdirinya Kesultanan Demak ini, turut ia bantu dan bahkan jasanya tak kecil. Bersama para Wali, dia ikut permufakatan mengangkat Raden Fattah sebagai sultan pertama. Tangannya ikut dalam merenovasi Masjid Agung Demak dan pernah melafalkan azan dari dekat mihrabnya.

Namun demikian, Sunan Muria justru memilih menyingkir dari gemerlapnya kehidupan istana. Sekitar 50 km dari Demak dan 20 km dari Kudus — tempat koleganya Sunan Kudus berdakwah — Sunan Muria memilih untuk menancapkan pancang di perbukitan yang kelak disebut sebagai Bukit Muria. Mendekat bersama rakyat di pinggiran kekuasaan. Berdakwah pada petani, tukang, dan pedagang, lewat hikmah dan tembang. Upacara persembahan sesaji yang masih ada tak serta merta dilarangnya. Hanya saja, isinya diganti dengan ajaran-ajaran Islam. Ajaran pun bersemi hingga pengikutnya berkembang dengan cepat.

“Ada pendatang orangnya baik, apakah ditanya, ayahnya siapa? Kan nggak. Ajarannya bagus, bisa diterima suka menolong akhirnya diikuti saja. Mungkin itu logika saja dari saya,” papar Muhamad Affandi, staf pengurus Masjid Sunan Muria yang mengurus bagian sosial dan kemasyarakatan, saat ditanya mengenai asal-usul dan sosok Sunan Muria yang konon mendekati “misterius”.

Maklum saja, kelahiran, kematian, dan ajaran dari Sunan Muria sejauh ini yang paling sedikit tercatat dalam sejarah. Dilansir  kebudayaan.kemdikbud.go.id, para ahli masih berselisih apakah dia anak Sunan Kalijaga atau putra Raden Usman Haji—Sunan Mandalika dari Jepara. Toh demikian, kenangannya terus hidup hingga menarik beribu-ribu peziarah untuk mengunjungi makam dan masjidnya. (*)

Read previous post:
Petugas Menyita Enam Balon Udara Siap Terbang di Wonosobo

WONOSOBO (MERAPI) - Petugas gabungan tentara dan polisi serta aparatur Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menyita enam balon udara

Close