PASANG SURUT KERAJAAN TARUMANEGARA (7-HABIS) – Pamor Surut, Kerajaan Berganti Nama Jadi Sunda

FAKTOR lain yang menyebabkan surutnya kerajaan Tarumanegarea, lantaran pada zaman Sudawarman telah muncul kerajaan pesaing Tarumanagara yang sedang naik daun. Seperti di tenggara terdapat Kerajaan Galuh, didirikan tahun 612 M, sebelumnya termasuk Wilayah Tarumanagara. Galuh didirikan oleh Wretikandayun, cucu dari Kretawarman, raja Tarumanagara kedelapan. Selain Galuh terdapat kerajaan Kalingga di Jawa Tengah yang sudah mulai ada didalam masa keemasannya. Sedangkan di Sumatera terdapat kerajaan Melayu (termasuk Sriwijaya) dan Pali.

Pada akhirnya Tarumanegara tinggal menunggu satnya untuk digantikan kerajaan lain. Dan itu terjadi pada zaman pemerintahan Linggawarman. Raja ini tidak mempunyai anak laki-laki. Beliau hanya mempunyai 2 anak perempuan, yang sulung bernama Manasih dan menjadi istri Tarusbawa. Yang kedua, Subakancana menjadi istri Depuntahyang Srijayanasa, pendiri kerajaan Sriwijaya. Karena tidak mempunyai anak laki-laki, Linggawarman digantikan menantunya, yaitu Tarusbawa.

Karena melihat pamor Tarumanagara yang terus merosot, Tarusbawa sangat menginginkan untuk mengangkat Tarumanagara kembali kemasa kejayaannya. Lantas ia memimpikan kejayaan Tarumanagara seperti zaman Purnawarman yang bersemayam di Sundapura. Dengan keinginannya tersebut ia merubah nama Kerajaan Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda (Sundapura atau Sundasembawa).

Penggantian nama kerajaan yang ia lakukan tidak dipikirkan dampaknya bagi hubungan Tarumanaga dengan raja-raja bawahannya. Karena dengan digantinya nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda berakibat raja-raja daerah merasa tidak lagi memiliki ikatan kesejarahan. Terlebih lagi Tarusbawa bukan anak Linggawarman, hanya seorang menantu dan bekas raja Sundapura. Dengan demikian sejak tahun 670 M, nama kerajaan Tarumanagara berubah menjadi kerajaan Sunda.

Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. Dengan demikian, Tarumanagara hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja.
Mereka adalah Jayasingawarman (berkuasa tahun 358-382), Dharmayawarman (382-395), Purnawarman (395-434), Wisnuwarman (434-455), Indrawarman (455-515), Candrawarman (515-535), Suryawarman (535-561), Kertawarman (561-628), Sudhawarman (628-639), Hariwangsawarman (639-640), Nagajayawarman (640-666), Linggawarman (666-669). (*)

Read previous post:
Bupati Sleman Berlebaran Lewat Medsos

SLEMAN (MERAPI) - Bupati Sleman Sri Purnomo memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk menyapa dan mengucapkan selamat Idul

Close