PASANG SURUT KERAJAAN TARUMANEGARA (3) – Perluasan Wilayah dengan Perang dan Damai

PASANG SURUT KERAJAAN TARUMANEGARA (3) - Perluasan Wilayah dengan Perang dan Damai

PUNCAK kejayaan kerajaan Tarumanagara terjadi ketika dipimpin Raja Purnawarman. Sebelum Purnawarman memimpin, Tarumanagara telah menjalin hubungan perdaganan dengan Cina. Hal tersebut menjadi salah satu contoh berkembangnya kerajaan Tarumanagara. Barang yang diperdagangkan antara lain kulit penyu yang digemari saudagar Cina.
Masyarakat Tarumanagara juga memperdagangkan emas dan perak. Dengan adanya perdaganan emas dan perak ini dapat dikatakan Tarumanagara sudah mengenal pertambangan dan perniagaan dengan daerah lain.

Ketika dipimpin Purnawarman yang bergelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhima Prakarma Suryamaha Purusa Jagatpati, Tarumanagara mencapai puncak kejayaannya. Kemasyhuran Tarumanagara diabadikan dalam Prasasti zaman Purnawaraman, tentang dibangunnya pelabuhan dan beberapa sungai sebagai sarana perekonomian. Pada masa Purnawarman, Tarumanagara juga memperluas kekuasaan dengan menaklukan raja-raja kecil di Jawa Barat yang belum mau tunduk.

Dari prasasti Tugu diketahui, bahwa raja Purnawarman yang menggali terusan Gomati sepanjang 6122 busur, wilayahnya meliputi Bogor dan Pandeglang. Sedang perluasan daerah Tarumanagara dilakukan melalui jalan perang maupun jalan damai, sehingga wilayah Tarumanagara menjadi jauh lebih luas dibandingkan ketika masih dipimpin Rajadirajaguru dan Raja Resi. Pada zaman ini pula, masalah hubungan diplomatik ditingkatkan. Kekuasaan Purnawarman membawahi 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (Purbolinggo) di Jawa Tengah.

Langkah lain yang dilakukan Purnawarman adalah memindahkan ibukota kerajaan ke sebelah utara ibukota lama, di tepi kali Gomati, dikenal dengan sebutan Jaya Singapura. Kota tersebut didirikan Jayasingawarman, kakeknya. Kemudian diberi nama Sundapura (kota Sunda). Purnawarman lalu mendirikan pelabuhan ditepi pantai pada tahun 398 sampai 399 M. Pelabuhan ini menjadi sangat ramai oleh kapal Tarumanagara. (*)

Read previous post:
Yusman di depan relief karyanya yang siap dipamerkan. (MERAPI-TEGUH)
Yusman Siapkan Pameran Relief Masa Perjuangan di Yogyakarta

PEMATUNG Enam Presiden Yusman S.Sn (55), di tengah wabah pandemi Covid-19 tetap berkarya mempersiapkan sejumlah karya relief sejarah perjuangan kemerdekaan

Close