PASANG SURUT KERAJAAN TARUMANEGARA (1) – Meninggalkan Tujuh Prasasti Batu

KERAJAAN Tarumanegara didirikan oleh Jayasinghawarman di tepi sungai Citarum. Sekarang wilayahnya masuk dalam teritori Kabupaten Lebak Banten. Kerajaan yang muncul seiring dengan surutnya kerajaan Salakanagara ini diperkirakan berkembang antara tahun 358-669 M.

Ibukota Tarumanagara Sundapura, daerah di dekat Tugu dan Bekasi. Kala itu masyarakatnya kebanyakan memakai bahasa Sunda atau Sanskerta. Sedang agama yang dianut ada Hindu, Buddha, dan Sunda Wiwitan.
Sebutan Tarunanegara sendiri, menurut N. J. Kroom berasal dari kata tarum. Yakni nama sunda dari tumbuhan indigo. Pendapat ini didasari karena mayoritas kerajaan-kerajaan di Nusantara berasal dari nama buah. Sebut saja nama kerajaan Majapahit berasal dari buah maja yang berasa pahit.

Ternyata analisa Krom ini juga didukung oleh Willemine Fruin-Mees. Namun ada juga yang membantahnya, yaitu De Graaf, yang menganggap Tarumanegara berasal dari nama sungai Citarum. Penjelasan soal ini, kata tarumanagara berasal dari kata taruma dan nagara. Nagara artinya kerajaan atau negara, sedang taruma berasal dari kata tarum yang merupakan nama sungai yang membelah Jawa Barat. Apalagi pada muara Citarum ternyata ditemukan percandian yang luas, yaitu Percandian Batujaya dan Percandian Cibuaya yang diduga merupakan peradaban peninggalan Kerajaan Taruma.

Bukti keberadaan Kerajaan Taruma sendiri diketahui dari tujuh buah prasasti batu yang ditemukan. Lima di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan dia memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi).

Sedang raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah, yaitu Purnawarman. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. (Dari berbagai sumber)

Read previous post:
Napi Eks Asimilasi Selundupkan Narkoba ke Lapas Klaten

KLATEN (HARIAN MERAPI) - Polres Klaten menangkap dua tersangka kasus narkoba masing-masing Wah(23) warga Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten

Close