JAKA SANGSANG DAN DEWI MAYA (3) – ‘Kesengsem Rara Widyaningsih’ Puteri Sultan Pajang

CITA-CITA Jaka Sangsang untuk mengabdi atau ngawula, suwita di Kasultanan Pajang terwujudkan. Tidak hanya jadi juru taman, tetapi malah menjadi Wira Tamtama prajurit Pajang. Sebagai wiramtamtama prajurit, Jaka Sangsang diperbolehkan tinggal di cepurining kedhaton. Apakah mulus pengabdian dan cinta suci Jaka Sangsang dengan Dewi Maya yang kini ditinggal di padepokan Kuwung?

Dalam babad Tanah Jawi diceriterakan, semenjak menjadi Wira Tamtama Prajurit Pajang, Jaka Sangsang bebas keluar masuk cepurining kedhaton. Belum genap sa candra, Jaka Sangsang berkenalan dengan Rara Widyaningsih yang tidak lain adalah puteri Sultan Pajang Hadiwijaya sendiri dari garwa ampil. Pandangan mata yang setiap hari bertemu ndudut rasa, Rara Widyaningsih begitu melihat priya tampan, gagah perkasa, masih muda, seketika jatuh cinta atau ketaman curiga asmara. Semakin hari semakin lekat, semula hanya saling pandang, bersendagurau gegojegan, mulai jowal-jawil karena semua itu jalaran saka kulina setiap hari bertemu.

Akhirnya keduanya berani menjalin asmara tanpa sungkan-sungkan, wani nerak wewaler, masuk kamar keputren.
Rara Widyaningsih ingin segera memberikan layanan kasih sayang kepada Jaka Sangsang, di lain pihak sang bagus juga ngelak ing katresnan, keduanya melakukan hubungan suami-isteri yang mestinya tidak boleh dilakukan. Keduanya lupa daratan necep maduning katresnan, sayangnya ketika keduanya sedang katrem ing salulut, ada emban Gombloh yang mengetahui. Segera memberi laporan kepada Sultan Pajang, apa yang telah dilakukan keduanya dalam kamar keputren.

Sultan Pajang Hadiwijaya segera memanggil Jaka Sangsang dan puterinya, keduanya ditanya apakah memang sudah saling cinta? Keduanya menjawab, memang sudah saling cinta gembleng ing katresnan. Ternyata Sultan Hadiwijaya tidak marah, malah menyetujui dan langsung dinikahkan. Ketika itu Jaka Sangsang mengaku kalau dirinya masih jejaka, belum punya isteri. Pernikahan Jaka Sangsang dan Rara Widyaningsih berjalan dengan lancar, jadilah keberadaan Jaka Sangsang di Kasultanan Pajang semakin leluasa karena disamping Wira Tamtama Prajurit juga sebagai menantu sultan. Lantas bagaimana dengan Dewi Maya, isteri pertama yang ditinggal di padepokan Kuwung? (Ki Sabdo Dadi)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Jumat (8/5/2020)

Pasien positif Corona di DIY Melonjak. Kejujuran, dan kesadaran masyarakat untuk taat kesehatan makin diuji. Kartun: Agoes Jumianto

Close