SALAKANAGARA, KERAJAAN PALING AWAL1 DI NUSANTARA (2) – Dewawarman Mewarisi Mertua untuk Dirikan Kerajaan

KEBERADAAN Salakanagara diawali Aki Tirem, yang kemudian dikenal pada masa kini sebagai Aki Tirem Luhur Mulia atau yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Angling Dharma dalam nama Hindu dan Wali Jangkung dalam nama Islam. Konon, kota inilah yang disebut Argyrè oleh Ptolemeus dalam tahun 150, karena Salakanagara diartikan sebagai “Negara Perak” dalam bahasa Sansakerta. Kota ini terletak di daerah Teluk Lada, Pandeglang, Banten.

Adalah Aki Tirem, penghulu atau penguasa kampung setempat yang akhirnya menjadi mertua duta dari Pallawa Dewawarman, ketika putri Sang Aki Luhur Mulya bernama Dewi Pohaci Larasati diperisteri oleh Dewawarman. Hal ini membuat semua pengikut dan pasukan Dewawarman menikah dengan wanita setempat dan tak ingin kembali ke kampung halamannya di India.

Saat Aki Tirem meninggal, Dewawarman menerima tongkat kekuasaan. Dan pada tahun 130 Masehi, Dewawarman kemudian mendirikan sebuah kerajaan dengan nama Salakanagara yang beribukota di Rajatapura. Ia menjadi raja pertama dengan gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara. Kerajannya berkembang pesat, sehingga mampu menguasai beberapa kerajaan kecil yang ada di sekitarnya. Di antaranya adalah Kerajaan Agninusa (Negeri Api) yang berada di Pulau Krakatau.

Rajatapura adalah ibukota Salakanagara yang hingga tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII). Salakanagara berdiri hanya selama 232 tahun, tepatnya dari tahun 130 Masehi hingga tahun 362 Masehi. Raja Dewawarman I sendiri hanya berkuasa selama 38 tahun dan digantikan anaknya yang menjadi Raja Dewawarman II dengan gelar Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. Pada masa kekuasaan Dewawarman VIII, keadaan ekonomi penduduknya sangat baik, makmur dan sentosa, sedangkan kehidupan beragama sangat harmonis.

Dari daerahnya di pesisir barat pulau Jawa ke wilayah timur, jika dimaknai dari penamaannya, Negara “Salaka”, mungkin saja daerah ini kemudian menjadi penamaan untuk Gunung Salak hingga saat sekarang, sebagai tanda batas timur dari sebuah Kerajaan bernama Salaka Nagara atau Negara Salaka, sebagai batas dari Kerajaan Tarumanagara yang akhinya terbentuk kemudian, di wilayah timurnya. Sebagian pemerhati kerajaan ini memperkirakan, kerajaan tersebut terletak di sekitar Gunung Salak, berdasarkan pengucapan kata “Salaka” dan kata “Salak” yang hampir sama.

Kekuasaan Salakanagara terakhir tahun 363, karena sejak itu telah menjadi kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Tarumanagara, sebuah kerajaan yang didirikan tahun 358 Masehi oleh Maharesi yang berasal dari Calankayana, India bernama Jayasinghawarman. Beliau sebenarnya menantu Raja Dewawarman VIII. Maharesi dari Calankayana di India inig mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Maurya. Di kemudian hari setelah Jayasinghawarman mendirikan Tarumanagara, pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumanagara. Salakanagara kemudian berubah menjadi Kerajaan Daerah.
Banyak para ahli yang masih memperdebatkan masalah institusi kerajaan sebelum Tarumanegara melalui berbagai sumber sejarah, seperti berita Cina dan bangsa Eropa atau naskah-naskah Kuna. Claudius Ptolemaeus, seorang ahli bumi masa Yunani Kuno menyebutkan, sebuah negeri bernama Argyrè yang terletak di wilayah Timur Jauh. Negeri ini terletak di ujung barat Pulau Iabodio yang selalu dikaitkan dengan Yawadwipa yang kemudian diasumsikan sebagai Jawa. Argyrè sendiri berarti perak yang kemudian ”diterjemahkan” oleh para ahli sebagai Merak.

Kemudian sebuah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M menyebutkan wilayah Ye-tiao yang sering diartikan sebagai Yawadwipa dengan rajanya Pien yang merupakan lafal Cina dari bahasa Sansakerta Dewawarman. Namun tidak ada bukti lain yang dapat mengungkap kebenaran dari dua berita asing tersebut. (Ki Bodronoyo)

Read previous post:
PDA Sleman bersama AMM Bagikan Sembako untuk Tukang Becak dan Jukir

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Pandemi Covid-19 menjadi bencana global dan telah berdampak pada semua strata sosial masyarakat, memanggil Aisyiyah beserta

Close