CANDI GUNUNGSARI DI SALAM, MAGELANG (3-HABIS) – Prasasti Menggambarkan Sebuah Sistem Mata-angin

Baskoro Daru Tjahjono (arkeolog Balai Arkeologi Yogyakarta), Arlo Griffths (peneliti bidang epigrafi) dan Veronique Degroot, menulis laporan berjudul ‘Batu Tabung Berprasasti di Candi Gunungsari (Jawa Tengah) dan Nama Mata Angin dalam Bahasa Jawa Kuna’. Laporan ini dimuat dalam Berkala Arkelogi terbitan bulan Nopember 2014.

MENURUT mereka, sebelas batu tabung berprasasti itu ada tujuh teks yang berbeda, yang ditafsirkan sebagai singkatan dari nama-nama mata-angin dalam bahasa Jawa Kuna. Mengikuti arah jarum jam dari sisi timur didapati teks singkatan-singkatan kata yang berhasil dibaca adalah, ‘vai’ untuk kata ‘vaitan’ yang berarti timur yang dalam bahasa Jawa Baru ‘wetan’. Kemudian ‘vai ki’ dengan kepanjangan kata ‘vaitan kidul’ yang berarti tenggara, dalam Bahasa Jawa Baru ‘wetan kidul’. ‘ki’ untuk kata ‘kidul’ yang artinya selatan, sama dengan bahasa Jawa Baru. ‘ki ku’ dengan kepanjang ‘kidul kulvan’ yang artinya barat daya, atau kidul kulon dalam bahasa Jawa Baru. Selanjutnya pahatan huruf kuna itu terbaca ‘ku’ untuk kata ‘kulvan’ berarti barat, kulon dalam bahasa Jawa Baru.

Teks ‘laur ku’ untuk kata ‘laur kulvan’, artinya barat laut, Bahasa Jawa Baru bermakna lor kulon. Dan ‘laur’ yang artinya utara, atau lor dalam Bahasa Jawa Baru. Hanya saja, untuk nama mata-angin timur laut tidak ditemukan dalam penelitian ini.

MERAPI-AMAT SUKANDAR  Salah satu ornamen Candi Gunugsari.
MERAPI-AMAT SUKANDAR
Salah satu ornamen Candi Gunugsari.

Dari hasil pengkajian tersebut mereka menyimpulkan, hubungan antara prasasti dengan batu-batu tabung menggambarkan sebuah sistem mata-angin dengan mengikuti arah jarum jam. Batu-batu tabung tersebut menjadi tempat peripih-peripih dan setiap batu tabung erat kaitannya dengan satu mata-angin tertentu atau dengan Loka Pala (Penjaga Mata Angin).

Meski pun masih sepi pengunjung, Candi Gunungsari kini sedang dikembangkan sebagai obyek wisata budaya. Di kaki sisi selatan bukit Gunungsari kini sudah dibangun jalan yang diperkeras beton naik ke kompleks candi. Di bawahnya juga sudah dibuat lokasi parkir kendaraan pengunjung. (Amat Sukandar)

Read previous post:
Pala Musuh Bebuyutan Jerawat

INDONESIA dikenal kaya rempah-rempah yang dapat dimanfaatkan di berbagai bidang, misalnya kuliner, kosmetik dan herbal. Salah satu jenis rempah-rempah populer,

Close