KERAJAAN KALINGGA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU SHIMA (3-HABIS) – Membagi Kerajaan Sebelum Mangkat

Sebagai seorang perempuan, Ratu Shima juga mengalami apa yang disebut nyidam saat hamil. Dan Ratu Shima memiliki pengalaman unik terkait dengan nyidam tersebut.

PADA umumnya perempuan akan merasakan yang namanya nyidam. Termasuk sang ratu pun bisa merasakan nyidam pula. Nyidam selalu diidentikan dengan permintaan atau keinginan yang aneh-aneh, sehingga seringkali membutuhkan pengorbanan untuk memenuhinya. Meski sulit dan butuh pengorbanan, nyidam harus terpenuhi. Pasalnya, jika nyidamnya tidak terpenuhi, mitos yang beredar luas di masyarakat menyebutkan kelak ketika si jabang bayi lahir akan selalu mengeluarkan air liur atau ngeces.

Sebagai perempuan, Ratu Shima kala tengah mengandung tujuh bulan pun mengalami sensasi nyidam. Kala itu Ratu Shima nyidam buah kecapi. Buah yang ramai rasanya, manis-asam-segar. Meskipun seorang ratu, Ratu Shima ingin mencari dan memetik sendiri buah yang diingini itu. Ratu Shima tak ingin mengutus punggawanya mencarikan buah tersebut. Pasalnya, Ratu Shima khawatir jika mengutus punggawanya, begitu kembali ke hadapannya buah yang diingini sudah tidak segar lagi.

Berangkatlah Ratu Shima diikuti para punggawanya melakukan perjalanan mencari buah kecapi. Berdasarkan cerita yang dituturkan Ahmad Jayeg warga Kecapi Krajan, perjalanan Ratu Shima dimulai dari suatu wilayah yang kini bernama Keling. Dari Keling rombongan berjalan kaki menuju ke arah barat. Setengah hari berjalan Ratu Shima belum juga menemukan buah yang diidamkannya itu. Beberapa desa pun sudah dilewati, tapi hasil pencariannya itu masih nihil. Saat tiba di suatu wilayah yang banyak ditumbuhi pohon rembulung, Ratu Shima beserta pengikutnya beristirahat.

Kini tempat yang dijadikan peristirahatan tersebut diberi nama Desa Bulungan. Setelah rasa lelah hilang, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke arah selatan. Baru berjalan beberapa waktu, tiba-tiba para punggawa Ratu Shima berteriak, “Kecapi… kecapi….kecapi.”
Ternyata mereka telah menemukan sejumlah pohon kecapi yang tengah berbuah lebat. Tanpa ragu lagi, Ratu Shima segera turun dari tandunya. Bergegas memetik buah kecapi yang diidamkan itu. Atas peristiwa itu, wilayah di sebelah selatan Desa Bulungan itu kini dinamakan Desa Kecapi.

Syahdan sebelum Ratu Shima mangkat, Kerajaan Kalingga dibagi dua. Di bagian utara disebut Bumi Mataram/Kalingga Utara dengan ratu Parwati tahun 695 M-716 M. Ia memerintah bersama suaminya Rahyang Mandiminyak atau Prabu Suraghana selanjutnya Sang Sena atau Prabu Sanna. Di bagian selatan disebut Bumi Sambara/Kalingga Selatan dengan raja Narayana, adik Parwati, yang bergelar Iswarakesawa Lingga Jagatnata Buwanatala’ (695 M-742) M. Sanjaya (cucu Parwati) putra Prabu Sanna dengan Dewi Sanaha, cicit Maharani Shima dan Dewi Sudiwara putri Dewasinga (cucu Narayana) menjadi suami isteri. Perkawinan mereka adalah perkawinan antara sesama cicit Ratu Sima. Anak hasil perkawinan mereka bernama Rakai Panangkaran yang lahir tahun 717 M. Dialah yang di kemudian hari menurunkan raja-raja di Jawa Tengah. (Ki Bodronoyo)

Read previous post:
Daun Dadap Musuh Perut Mulas

KEBERADAAN bahan alami bermanfaat atau berkhasiat bagi kesehatan sudah banyak dikupas berbagai media. Tak sedikit juga warga merasa cocok memanfaatkannya

Close