KERAJAAN KALINGGA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU SHIMA (2) – Dominasi Kekuasaan Membuat Sang Ratu Resah

Di bawah kepemimpinan Ratu Shima, Kerajaan Kalingga berkembang menjadi negara yang kuat dan disegani kerajaan tetangaa. Begitu pun di dalam, rakyat hidup dalam kemakmuran dan kedamaian.

BERKAT ketegasannya dalam memimpin, Ratu Shima berhasil mengantar kejayaan Kerajaan Kalingga. Keamanan terjamin, karena beralinasi dengan Kerajaan Sunda dan Galuh. Hal ini membuat Ratu Shima sangat dicintai rakyatnya. Sang Ratu menerapkan hukum yang keras dan tegas untuk memberantas pencurian dan kejahatan, serta untuk mendorong agar rakyatnya senantiasa jujur. Sebuah certa mengisahkan, seorang raja asing yang meletakkan kantung berisi emas di tengah-tengah persimpangan jalan dekat alun-alun ibu kota Kalingga. Raja asing ini melakukan hal itu karena ia mendengar kabar tentang kejujuran rakyat Kalingga dan berniat menguji kebenaran kabar itu.

Ternyata benar. Tidak seorang pun berani menyentuh kantung berisi emas itu, karena rakyat tahu itu bukan miliknya. Hingga suatu hari tiga tahun kemudian, seorang putra Shima, sang putra mahkota secara tidak sengaja menyentuh kantung itu dengan kakinya. Atas kejadian itu, Sang Ratu pun menjatuhkan hukuman mati untuk putranya. Namun para pejabat dan menteri kerajaan memohon agar Sang Ratu mengurungkan niatnya itu dan mengampuni sang pangeran. Karena kaki sang pangeran yang menyentuh barang yang bukan miliknya, maka Ratu menjatuhkan hukuman memotong kaki sang pangeran.

Masa kepemimpinan Ratu Shima pun menjadi masa keemasan bagi Kalingga. Hal ini membuat Raja-raja dari kerajaan lain segan, hormat, kagum sekaligus penasaran. Masa-masa itu adalah masa keemasan bagi perkembangan kebudayaan apapun. Agama Budha juga berkembang secara harmonis, sehingga wilayah di sekitar kerajaan Ratu Shima juga sering disebut Di Hyang (tempat bersatunya dua kepercayaan Hindu Budha). Dalam hal bercocok tanam Ratu Shima juga mengadopsi sistem pertanian dari kerajaan kakak mertuanya. Ia merancang sistem pengairan yang diberi nama Subak. Kebudayaan baru ini yang kemudian melahirkan istilah Tanibhala, atau masyarakat yang mengolah mata pencahariannya dengan cara bertani atau bercocok tanam. Kerajaan Kalingga beratus tahun yang lalu bersinar terang emas penuh kejayaan. Memiliki Maharani Sang Ratu Shima nan ayu, anggun, perwira, ketegasannya semerbak wangi di banyak negeri.

Pamor Ratu Shima dalam memimpin kerajaannya luar biasa, amat dicintai jelata, wong cilik sampai lingkaran elit kekuasaan. Bahkan konon tak ada satu warga anggota kerajaan pun yang berani berhadap muka dengannya, apalagi menantang. Situasi ini justru membuat Ratu Shima amat resah dengan kepatuhan rakyat, kenapa wong cilik juga para pejabat mahapatih, patih, mahamenteri, dan menteri, hulubalang, jagabaya, jagatirta, ulu-ulu, tak ada yang berani menentang sabda pandita ratunya. (Ki Bodronoyo)

Read previous post:
Lutut Dikrakoti Dua Sosok Perempuan

TENGAH malam, Bambang terbangun antara sadar dan tidak dalam keadaan gelap, karena lampu kamarnya mati. Samar-samar dia melihat sosok bayangan

Close