MISTERI DUA BANGSAWAN GUNUNG SENTANA (1) – Terlalu Berat Menjalani Laku Spiritual

Di salah satu puncak bukit timur Kali Opak, tepatnya di Gunung Sentana, Selopamioro Bantul, terdapat makam dua tokoh yang diduga berasal dari Majapahit. Keduanya dikenal dengan nama Kyai Jagaraga dan Kyai Jagaruna. Silsilahnya tidak banyak orang tahu. Tapi makamnya terawat hingga sekarang.

DARI berbagai rangkuman cerita tutur banyak ditemukan tokoh dari Majapahit yang mengembara atau melarikan diri dari Majapahit dan kemudian tinggal di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Beberapa tokoh dari Majapahit ini bahkan banyak yang kemudian tinggal di wilayah selatan Bantul, khususnya kawasan yang berdekatan dengan pantai. Dari sekian tokoh itu di antaranya adalah Ki Ageng Paker, Ki Ageng Mangir, Ki Ageng Barat Ketiga, Eyang Selahening, Ki Ageng Arisboyo, Kyai Tunggul Wulung, dan sebagainya.

Tokoh lain lagi misalnya Kyai Jagaraga dan Kyai Jagaruna. Kedua tokoh ini tinggal di Bantul, namun tidak terlalu dekat dengan pantai. Keduanya berada di wilayah Selopamioro, Imogiri, tepatnya di Dusun Putat.
Tokoh Kyai Jagaraga dan Kyai Jagaruna dimakamkan secara berdampingan pada puncak sebuah bukit kecil di sisi timur Sungai Opak. Bukit atau gunung kecil ini oleh masyarakat setempat dinamakan Gunung Sentana.
Keletakan makam ini kecuali berada di sisi timur sungai keberadaannya juga menghadap jalan beraspal yang menjadi penghubung antardusun dan kalurahan di wilayah tersebut. Kompleks makam Kyai Jagaraga maupun Jagaruna juga telah dilengkapi dengan bangunan sebagai tempat berteduh para peziarah dan juga cungkup. Untuk memudahkan peziarah mencapai puncak bukit sebagai lokasi makam juga telah dibangun tangga beton.

Meskipun sumber setempat bisa menyebutkan tentang nama kedua tokoh yang dimakamkan di Putat ini, namun keterangan terperinci dan detil mengenai tokoh ini sulit didapatkan. Pasalnya, memang tidak banyak orang yang tahu tentang jati diri tokoh ini. Salah satu sumber dari warga setempat menyebutkan bahwa tokoh Kyai Jagaraga dan Jagaruna merupakan orang-orang yang berasal dari Majapahit.
Kedua tokoh ini secara tiba-tiba ditemukan begitu saja oleh warga setempat nun di masa lalu. Penemuan keduanya pun tidak dalam keadaan hidup, namun sudah dalam meninggal dunia. Sebagian besar orang beranggapan bahwa kedua tokoh ini meninggal karena keduanya terlalu berat menjalani laku spiritual dengan cara bertapa, yakni tidak makan dan tidak minum selama beberapa hari sambil menghanyutkan dirinya pada aliran Sungai Opak (tapa ngeli).

Laku spiritual yang berat dengan matiraga seperti di atas menyebabkan jasmaninya tidak mampu lagi mendukung kekuatan dan kesehatannya. Kedua tokoh ini pun meninggal kemudian jenazahnya terdampar di sebuah tempuran Sungai Opak dan Sungai Oya yang ada di sisi barat Bukit Sentana tempat keduanya dimakamkan. (Albes Sartono)

Read previous post:
Sosis Dukung Metabolisme Tubuh

PERNAH membeli atau mengkonsumsi sosis berbahan baku daging ayam atau sapi? Olahan ini menurut beberapa sumber memiliki aneka manfaat bagi

Close