MENGUAK UMBUL BUTO DI PEDAN (5-HABIS) – Jadi Markas Burung Perkutut yang Misterius

Pepohonan tumbuh menjadi besar-besar. menjadiknan Umbul Buto sejuk udaranya. Kini bisa untuk rekreasi taman air.

MELIHAT sekilas maka pengunjung akan langsung tertarik, karena bisa menikmati kuliner angkringan. Selain itu juga bisa menikmati panorama persawahan.
Secara manfaat Umbul Buto termasuk dari tiga pilar penopang air di Desa Kedungan. Air yang mudah didapatkan karena adanya sumber air yang tak pernah habis-habisnya.

Dengan banyaknya pohon yang besar, ini jadi tempat berkembang dan sebagai markas burung. Dari sekian burung yang paling unik adalah burung perkutut. Mereka para pemburu burung sering terkecoh.
Perkutut itu tiap pukul 12 biasanya ‘manggung’. Namun anehnya saat suara ocehan yang didengarkan itu berada di pucuk pohon gayam, begitu didekati maka suara itu berada di pohon seberangnya. Di pohon trembesi.
“Hadew!” Lik Pengki dibuat pusing.

Hal ini dirasakan oleh beberapa orang yang akan menangkap burung itu. Saking dibuat bingung
kebanyakan kehabisan akal. Karena mereka terperangkap oleh posisi suara kutut yang merdu itu.
“Sampeyan hanya dikerjai, Mas!” kata Mbah Jiman memberi keterangan pada tukang cari burung.

Ada juga yang berani mencoba menangkap dengan pancingan burung. Dan mengira umpannya berhasil menarik mangsa yang jadi target. Namun betapa kagetnya, ternyata yang masuk seekor ular. “Hadew…hadew!” pencari burung itu terbirit ketakutan.
Umbul Buto, Umbul Gede dan Umbul Cilik. Memang di sekelilingnya tumbuh pohon yang besar. Berupa pohon gayam,ringin dan trembesi. Maka tak heran jadi rumah istimewa bagi kawanan burung. Yang saat ini dilindungi agar tetap lestari. (WA Sutanto)

 

MERAPI-WA SUTANTO Pohon besar jadi markas burung.
MERAPI-WA SUTANTO
Pohon besar jadi markas burung.

Read previous post:
Alokasi Pupuk Bersubsidi Sumenep Aman

SUMENEP (HARIAN MERAPI) - Alokasi Pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sumenep tahun ini meningkat dibanding tahun 2019. Kenaikannya signifikan, jika tahun

Close