CINTA SEHIDUP SEMATI PANGERAN TIMUR DAN RARA MANGLI ( 2-HABIS) – Bela Pati Ikut Bunuh Diri

SYAHDAN Pangeran Timur yang malu akan kenyataan tidak mampu mengalahkan Pangeran Sepuh Purubaya, ternyata keris pusaka miliknya tidak mempan untuk membunuh eyang sepuh. Telanjur malu, Pangeran Timur akhirnya bunuh diri dengan menusukkan keris pusakanya ke ulu hatinya, membuat tewas seketika.

Prajurit Mataram yang ditugasi menjemput Rara Mangli di dalem katumenggungan, terkesiap karena sudah ditunggu Rara Mangli dengan cundrik ligan. Rara Mangli mendengar saudaranya Ogroyuda tewas dibantai prajurit Mataram, maka ia berniat membela dengan amuk punggung. Tekadnya bulat, lebih baik mati dari pada cita-citanya tidak kesampaian. Maka dengan sikap marah, ia menunggu prajurit Mataram yang datang gemrudug ke rumahnya. Bagaimana kisah selanjutnya ?

Dalam babad Tanah Jawi disebutkan, pimpinan prajurit Mataram mencari akal, karena ingin nyowanake Rara Mangli ke hadapan raja dengan kondisi utuh, tanpa busik kulite. Maka dengan bujuk rayu, dikatakan bahwa kini raja menunggu kedatangan Rara Mangli dihadapannya. Pangeran Timur sudah berada di sana bersama raja, bahkan raja ingin lengser atau turun tahta dan selanjutnya kedudukan raja diberikan kepada Pangeran Timur. Pimpinan prajurit pun menambahkan, raja ingin lereh keprabon dan diserahkan kepada Pangeran Timur. Untuk itu Rara Mangli disuruh mendampinginya, karena sudah ditunggu oleh Pangeran Timur.
Rara Mangli dengan suka cita menyarungkan cundrik ligane, kemudian bersama prajurit Mataram menuju keraton Mataram. Di tengah jalan ada salah seorang prajurit mengabarkan kepada Pangeran Sepuh Purubaya, tentang keberhasilan membujuk Rara Mangli disowanake raja tanpa cacat secuilpun.

Mendengar itu, Pangeran Sepuh Purubaya meletakkan jenazah Pangeran Timur yang sudah dilurubi mori putih di dekat dhampar kraton Mataraman raja juga sudah berada tempat itu lenggah kursi gadhing.
Sampai di dalam kraton, Rara Mangli tidak melihat Pangeran Timur, pria yang dicintai, namun hanya raja dan sesepuh serta prajurit lengkap. Kepada raja, sesepuh Mataram menceriterakan, bahwa Pangeran Timur malah bunuh diri. Jenazahnya bisa diperiksa, apakah tewas dibunuh atau bunuh diri. Raja memeriksa kondisi jenazah adik kesayangannya, ternyata memang betul tewas bunuh diri. Raja tidak mampu menahan diri, hampir saja ikut-ikutan bunuh diri dengan keris pusaka di tangan. Pangeran Sepuh Purubaya trengginas, tangan raja yang memegang keris pusaka langun direbut. Meski demikian tetap melenceng mengenakan larapane sehingga cacat, di kemudian hari nama raja Mataram ini juga ditambah Sunan Gethek.

Raja bisa ditenangkan penggalihe saatnya memberikan pengadilan sumber keonaran yakni Rara Mangli, yang juga sudah di hadapannya. Kepada Rara Mangli, raja bertanya apakah masih cinta dan setia kepada Pangeran Timur? Dengan tegas Rara Mangli menjawab, sampai mati pun tetap akan dibelanya, itulah sumpah setianya. Disuruhnya membuka lurub mori putih di dekat palenggahan, Rara Mangli terperanjat ternyata Pangeran Timur sudah membujur kaku tewas bunuh diri. Rara Mangli segera mengambil cundrik pusaka dan ditikamkan ke ulu hatinya tewas bela pati orang yang dicintainya. Darah segar keluar dari tubuh Rara Mangli, sambil memanggil nama Pangeran Timur.(Ki Sabdo Dadi)

.

Read previous post:
Usai Penetapan KLB, Wilayah Solo Baru Grogol Disemprot Disinfektan

SUKOHARJO (MERAPI) - Wilayah Kecamatan Grogol mendapat perhatian serius setelah ditemukan satu kasus warga positif virus corona dan membuat Pemkab

Close