MENGUAK UMBUL BUTO DI PEDAN (1) – Pintu Kanal Air Sejak Zaman Belanda

Umbul Buto adalah sumber mata air yang ditemukan di daerah Pedan Klaten. Namanya mulai terkenal ketika di pertengahan bulan September 2017 ada patung yang ditemukan di dasar umbul yang mengering. Bentuk patung itu menyerupai buto atau raksasa, sehingga masyarakat setempat menyebut patung buto.

UMBUL Buto yang berada di desa Kedungan Pedan Klaten, merupakan tempat munculnya air yang monumental. Lokasi ini merupakan sumber mata air yang bermula untuk irigasi. Bahkan sudah berumur tua, yakni pada masa Belanda dulu.
Nama itu diambil karena saking besar debit airnya. Bahkan kala itu sebagai pintu kanal air yang menghubungkan dengan umbul gede, sehingga kian tambah besar pasokan airnya. Dan Umbul Buto jadi pintunya.

Oleh seorang warga yang saat melakukan penurasan umbul, ada bagian yang tertutup lumpur saking lamanya tak dioperasikan. Dan kanal itu dipenuhi oleh lumpur yang mengganggu jalannya air. Walaupun di area Umbul Buto debit airnya juga besar. Terbukti bisa mengairi sawah di sekitarnya.

MERAPI-ISTIMEWA  Patung buto yang ditemukan di tahun 2007.
MERAPI-ISTIMEWA
Patung buto yang ditemukan di tahun 2007.

Lik Sutriyono, warga setempat mendapat informasi dari leluhurnya, sehingga ia bisa memberikan keterangan soal umbul ini. “Bahwa sumber airnya belum maksimal, karena belum bisa dibuka semua kanal. Dimungkinkan masih tertutup lumpur!”
Air Umbul Buto ditampung pada kolam dengan ukuran sepuluhan meter pesegi. Dengan kedalaman tiga meteran, sudah mampu menjadi sumber air. Yang jelas, airnya jernih sehingga tampak dasar kolamnya.

Dipercaya ini jadi pintu penghubung dengan Umbul Gede. Ketika masih ditangani Belanda dulu area ini untuk irigasi tanaman tebu. Terutama penguatan lahan tebu yang dikirim ke pabrik gula Ceper yang legendaries ini.
Kolam itu ada pancurannya di empat penjuru. Hal ini dipercaya sebagai sumber kekuatan dari berbagai penjuru bumi. Papat kiblat lima pancer. Bahwa kekuatan air itu mampu menggerakkan energi kehidupan tempat ini. (WA Sutanto)

Read previous post:
MERAPI-HUMAS SLEMAN Bupati Sleman Sri Purnomo melakukan penyemprotan disinfektan di ruangan Masjid Agung Sleman.
CEGAH PENYEBARAN COVID-19: Sleman Lakukan Pembersihan Ruang Publik

SLEMAN (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan pembersihan dan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah ruang publik, seperti masjid, tempat wisata

Close