DARAH KI JURU TAMAN (7) – Cahaya Remang-remang Membuat Suasana Makin Mengasyikkan

Kanjeng Ratu Kidul menerawang untuk mengetahui kesaktian yang dimiliki Adi Silarong. Setelah tahu, Radu Kidul malah tertawa cekikian.

“YANG dimiliki oleh Adi Silarong itu bukan ilmu kesaktian. Melainkan hanya permainan makhluk halus, Ki Juru Taman. Bukankah Kangmas Prabu dulu pernah aku cerita, bahwa darah makhluk halus itu bisa dibuat apa saja? Sedangkan yang dipakai oleh Adi Silarong itu darah yang dicampur minyak kelapa sehingga bersifat seperti racun, upas, atau bisa juga dipakai sebagai warangan. Sedangkan tanahnya di sekitar darah itu menggenang dapat dijadikan pula sebagai obat penawar dari racun tersebut apabila diperlukan,” kata wanita tadi menjelaskan.
“Huh, kurang ajar tenan kok, Juru Taman itu. Apa sebaiknya dia aku usir dari lingkungan kraton Mataram?”

“Tidak usah, Kangmas Prabu. Dia masih diperlukan untuk membantu kekuatan Mataram. Aku besuk yang memberinya pelajaran biar dia kapok. Setuju?”
Kanjeng Sultan mengangguk. Kanjeng Ratu Kidul itu sejenak memandangi wajah Kanjeng Sultan untuk yang kesekian kalinya, lalu pelan-pelan disesapkannya wajahnya yang wangi di dada raja Mataram yang perkasa, penguasa seluruh Pulau Jawa ini.

Sementara itu, di luar goa terdengar debur ombak pantai selatan yang bergulung-gulung besar memecah di pantai dan di dinding-dinding karang di kaki bukit. Hembusan angin laut yang kencang sebagian menyusup masuk ke dalam goa membuat suasana cukup mengasyikkan. Tadi ketika wanita ayu itu pertama kali datang suasana dalam goa terang meski tidak nampak ada cahaya lampu, kemudian suasana berubah jadi remang-remang dan kini berubah lagi menjadi peteng ndhedhet.

“Diajeng…?” bisik Kanjeng Sultan meraba pipi wanita jelita itu dalam kegelapan.
“Hmmmm, enak sekali rasanya malam ini?” jawabnya dengan suara berdesah-desah manja.
“Oh. ya. Malam ini memang ada yang enak sekali, Diajeng?” jawab Kanjeng Sultan sekenanya.
“Iya. Meski ketiga anakmu yang aku asuh kini sudah mulai dewasa? toh tidak ada salahnya jika pertemuan kita di kegelapan goa ini menjadikan aku hamil lagi. Bukankah begitu, Kanjeng Sultan?” kata Kanjeng Ratu Kidul sambil mengelus lembut pipi sang Raja Mataram yang gagah perkasa.
Bersamaan dengan itu suasana dalam goa berubah lagi menjadi remang-remang dan Kanjeng Sultan menatap lurus wanita yang wangi itu. Yang dipandang segera melepaskan pelukkannya, mengambil posisi berhadap-hadapan dengan priya kekasih hatinya. (Akhiyadi)

Read previous post:
Telur Asin Dukung Kesehatan Mata dan Kulit

PENGGEMAR telur asin berbahan baku telur bebek datang dari berbagai kalangan. Selain mempunyai citarasa enak, juga diyakini mempunyai banyak gizi

Close