PERJALANAN PENDEK PERLAWANAN KARAENG GALESONG (8) – Genderang Perang Dipukul, Pasukan Mataram Siap Menyerbu

Panji Karsula menjelaskan bahwa pasukan Karaeng Galesong hanya tandangnya saja yang nekad, keras, dan bengis. Soal kemampuan berolahkanuragan sama saja dengan prajurit-prajurit Mataram. Makanya harus pintar-pintar menyusun strategi, ngesuhi para prajurit, dan membawanya pada situasi yang tepat dalam perang gelar nanti.

WIRAMANTRI mengangguk-angguk. Dia mengerti, Panji Karsula itu orang yang penuh pengalaman dalam peperangan apalagi jika didampingi Adipati Martalaya. Sebab mereka berdua ini secara pribadi juga belajar ilmu kesaktian diri dengan menjadi murid beberapa orang begawan, panembahan, maupun orang-orang berilmu tinggi lainnya. Di waktu-waktu senggangnya mereka tidak segan mengunjungi Padepokan-padepokan atau juga datang ke pertapaan-pertapaan orang-orang sakti.

***

Karaeng Galesong sudah mengetahui akan kedatangan Pasukan prajurit Mataram yang jumlahnya ribuan jauh berlipat dari jumlah prajuritnya sendiri. Meski demikian orang-orang Makasar itu tidak takut mereka bersama-sama bertekad untuk melawan apapun yang akan terjadi.
“Kita harus sanggup mati bersama, setujuuu?” seru Karaeng Galesong mengacungkan senjatanya ke atas.
“Setujuuuuu…!” jawab kawan-kawannya serempak. Sesuai rencana mereka akan berlindung di benteng dalam menghadapi serangan bala prajurit Mataram yang dipimpin oleh Adipati Martalaya, Panji Karsula, Wiramantri dan yang lain.

Matahari di langit sudah condong ke barat ketika bala prajurit Mataram tiba di ranah pertahanan Karaeng Galesong serta pengikut-pengikutnya. Angin senja mulai terasa bertiup dingin mengiringi ribuan prajurit Mataram yang terus merangsek maju. Genderang perang dipukul bertalu-talu, bendera, rontek, klebet, serta umbul-umbul berkibar-kibar seolah-olah mencerminkan semangat juang mereka yang makantar-kantar dan menggebu di rongga dada mereka untuk segera dapat memusnahkan orang-orang Karaeng Galesong yang kurang ajar, bengis, plus nekad itu.

“Seraaaaaang……!” teriak Panji Karsula memberi aba-aba sambil melambai-lambaikan pedangnya.
Sorak sorai para prajurit pun menyambutnya dengan penuh semangat juang dan keberanian, senjata-senjata mereka terhunus, tombak-tombak mulai merunduk, anak-anak panah terpasang pada gendewanya siap meluncur sewaktu-waktu, dan derap langkah merekapun kian memantapkan tekadnya untuk menumpas Karaeng Galesong berikut bala prajuritnya. (Akhiyadi)

Read previous post:
Rencana Pembangunan Tahun 2021, Pemkab Sleman Anggarkan Rp 3,1 T

SLEMAN (MERAPI) - Meskipun baru memasuki tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Sleman telah merancang program pembangunan untuk tahun 2021. Bahkan anggaran

Close