PERJALANAN PENDEK PERLAWANAN KARAENG GALESONG (7) – Adipati Mertalaya Mewaspadai Kekuatan Pasukan Galesong-Trunojoyo

Sultan Mataram memerintahkan Adipati Martalaya untuk segera berangkat ke Demung dengan membawa seluruh pasukanmu. Beliau juga memerintahkan untuk mengajak semua bupati pesisir sekalian prajuritnya untuk menambah kekuatan.

ADIPATI Martalaya bersama 300 orang prajurit Jagasura yang berpakaian seragam itu segera bergabung dengan mantan prajurit-prajurit Demak berjumlah 400 orang yang dipimpin oleh Marunajaya dan Wiramantri. Kedua kakak beradik ini adalah sahabat baiknya Adipati Martalaya maka mereka tidak keberatan ketika dimintai bantuannya. Sedangkan beberapa Bupati di daerah pesisir utara Jawa juga sudah banyak yang berkumpul dengan diiringi prajurit-prajurit mereka. Sehingga kekuatan Adipati Martalaya menjadi berlipat ganda. Sampai ribuanlah jumlah mereka yang siap diberangkatkan ke medan tempur untuk memerangi pasukan Karaeng Galesong yang kemungkinan mereka kini bergabung dengan kekuatan pemberontak Trunajaya. Meski Trunajaya sendiri bearasal dari Sampang Madura namun banyak pengikutnya yang sudah berada di Surabaya.

Perjalanan mereka melalui laut dengan menggunakan ratusan perahu layar menyusuri sepanjang pantai utara Jawa ke arah timur. Menurut laporan para prajurit sandi yang bertugas mengamati gerak gerik musuh. Trunajaya yang semula berbasis pertahanan di Surabaya kini beralih ke wilayah Kediri. Barangkali karena daerah ini relatif lebih datar sehingga memungkinkan untuk bertarung dengan peperangan terbuka menghadapi prajurit-prajurit Mataram. Ada pula petugas sandi yang melaporkan, hubungan antara Trunajaya dengan Karaeng Galesong kini tambah akrab setelah orang Makasar itu mempersunting anak gadisnya.

“Tidak masalah” , berkata Adipati Martalaya, “Trunajaya atau siapapun dan dimanapun kita sanggup melawannya. Lihat, ribuan prajurit kita! Bukankah itu merupakan kekuatan yang luar biasa hebatnya?” Adipati Martalaya tersenyum bangga.

“Dari segi jumlah prajurit memang iya, Kakang. Tetapi yang belum kita mengerti adalah kemampuan Karaeng Galesong dan kawan-kawan itu? Apakah mereka prajurit-prajurit biasa ataukah orang yang memiliki ilmu kanuragan yang tinggi?”, kata Wiramantri.
“Ah, jangan suka khawatir dengan cara seperti itu! Percayalah dengan kukuatan kita”, sambung Panji Karsula senopati perang Mataram yang gagah berani berasal dari Jepara.
“Apakah Kakang Panji Karsula sudah mengetahui persisnya kemampuan mereka?”.
“Mereka itu hanya tandangnya saja yang nekad, keras, dan bengis. Soal kemampuan berolahkanuragan ya sama saja dengan prajurit-prajurit kita. Makanya kita harus pintar-pintar menyusun strategi, ngesuhi para prajurit, dan membawanya pada situasi yang tepat dalam perang gelar nanti. Sebab di dalam perang ada aturan main dan unggah-ungguhnya tidak sekadar berani nekad akan celaka sendiri mereka yang bebuat seperti itu”. (Akhiyadi)

Read previous post:
MERAPI – ISTIMEWA Tim KPPBC Yogyakarta saat melakukan blusukan untuk menggali potensi KITE-IKM.
KPPBC TMP B YOGYAKARTA: Blusukan Gali Potensi KITE-IKM

SLEMAN (MERAPI) – Guna mensosialisasikan program fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil Menengah (KITE-IKM), Kantor Penyuluhan dan Pelayanan

Close