PERJALANAN PENDEK PERLAWANAN KARAENG GALESONG (3) – Merampas Senjata dan Meriam dari Kapal Perang Belanda

Karaeng Galesong menyusul Daeng Maklucing dan Panji Karonuban yang sudah naik ke sebuah perahu layar Belanda berukuran besar. Perahu itu merupakan perahu gudang senjata dan gudang perbekalan tentara VOC. Karaeng Galesong mengajak teman-temannya segera menyerang para penjaga perahu tersebut. Para penjaga yang ada di dalam perahu kaget.

KARENA begitu mendadak dan tiba-tiba penyerangan yang dilakukan prajurit-prajurit kerajaan Goa tadi maka Belanda yang jumlahnya relatif sedikit tadi langsung angkat tangan dan menyerahkan diri. Mereka berpikir, jika pun melawan tentu tidak akan menang maka dari pada banyak korban yang berjatuhan lebih baik menyerah.

“Mana pimpinanmu?” tanya Karaeng Galesong membentak seorang opsir Belanda.
“Itu, Tuan. Johan Van Dam”, jawabnya opsir tersebut mengacungi temannya.
“He, Johan. Kamu dan semua temanmu aku habisi atau kamu menyerahkan diri dengan memberikan semua senjatamu yang ada di perahu ini?”, tanya Kraeng Galesong.
“Ya. Kami menyerah, Tuan. Jika tuan menghendaki senjata-senjata kami yang ada di perahu ini tinggal sedikit jumlahnya. Karena sebagian besar di bawa kawan-kawan kami yang berada di medan tempur.
Meski begitu senjata-senjata itu akan aku serahkan kepada Tuan semuanya”, jawab Johan Van Dam gemetar, wel-welan, dan ndredheg. Dia berharap semoga dengan menyerah ini tidak ada satupun korban yang jatuh di pihaknya.
“Cepat tunjukkan di mana senjata itu di simpan!”, bentak Daeng Maklucing tidak sabar.
Mereka segera menuju gudang penyimpanan yang berada di bagian belakang perahu besar itu. Johan Van Dam membuka pintu gudang dalam perahu tempat penyimpanan senjata.

Karaeng Galesong, Daeng Maklucing, dan Panji Karonuban saling berpandangan lalu mengangguk-angguk, puas. Sebab senjata yang tersimpan di situ meski sedikit tetapi masih dirasa cukup. Apalagi terdapat sebuah meriam kendatipun berukuran kecil tetapi masih lumayan untuk melengkapi persenjataan tradisional mereka.
“Daeng Maklucing, bawa meriam itu berikut peluru-pelurunya ke geladak perahu!”, perintah Karaeng Galesong.
“Oke, Tuan”. (Akhiyadi)

Read previous post:
Istiqamah

ISTIQAMAH dalam terminologi Islam adalah hal berpendirian kuat atau teguh pendirian. Kata ini berasal dari bahasa Arab istiqama, yastaqimu, istiqamah

Close