PERJALANAN PENDEK PERLAWANAN KARAENG GALESONG (2) – Membawa 2000 Prajurit Menyeberang ke Jawa

Sultan Hasanuddin raja Goa mengfatakan, bergabung dengan siapapun asal itu untuk melawan Belanda boleh-boleh saja. Maka kita memang harus mencari kawan sebanyak mungkin dan menjalin persatuan dengan siapapun termasuk dengan Trunajaya yang kini juga sedang bermusuhan dengan Belanda di tanah Jawa.

MAKA segeralah dilakukan segala persiapan untuk memboyong pasukannya ke tanah Jawa. “Daeng Maklucing, malam ini juga ajak teman-temanmu ke bandar!”, perintah Karaeng Galesong.
“Kita jadi menyeberang ke Jawa?” jawab Daeng Maklucing bertanya.
“Ya. Buton sudah tidak mungkin kita tempati lagi Cornelis Speelman terus menerus mendaratkan pasukan Belanda. Maka bertahan di sini cepat atau lambat kita akan hancur”.
“Perahu yang ada tidak cukup untuk mengangkut semua orang kita?”

Karaeng Galesong menatap wajah temannya itu dengan mata mendelik, “Goblok! Kita bisa merebut perahu-perahu Belanda yang bersandar di bandar? Mumpung belum terlalu banyak tentara Belanda yang mendarat di sini. Toh sebagian besar tentara Belanda ada di induk pasukan dan kini masih sibuk menjarah rayah harta kerajaan setelah Sultan Hasanuddin menyingkir dari kerajaan menyelamatkan diri. Aku yakin pasukan Belanda yang berjaga-jaga diperahu-perahu itu tentu tidak begitu banyak mudah kita hancurkan, cepat laksanakan!”, jawab Karaeng Galesong membentak keras.
“Baiklah”, jawab Daeng Maklucing. Kemudian bersama Panji Karonuban dia mengajak prajurit-prajuritnya berkumpul. Mereka kemudian berbondong-bondong menuju ke bandar dimana perahu-perahu layar Belanda masih bersandar.

“Busung Mernung, kamu dan anak buahmu menyeberanglah ke Jawa lebih dahulu menggunakan perahu-perahu milik kita. Ada lima belas perahu besar kecil gunakan semuanya, aku akan menyusul kemudian bersama Daeng Maklucing!”, perintah Karaeng Galesong.
“Siap, Tuanku”.
“Aku juga siap, Tuanku”, sahut Daeng Winggeni seorang pimpinan bregada setingkat lurah prajurit wiratamtama itu ikut-ikutan menjawab penuh semangat.

Setelah memberi instruksi tadi Karaeng Galesong bergegas menyusul Daeng Maklucing dan Panji Karonuban yang sudah naik ke sebuah perahu layar Belanda berukuran besar. Perahu itu merupakan perahu gudang senjata dan gudang perbekalan tentara VOC. Karaeng Galesong mengajak teman-temannya segera menyerang para penjaga perahu tersebut. Para penjaga yang ada di dalam perahu kaget. (Akhiyadi)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA ACT meresmikan sumur wakaf ke-21 di Desa Playen.
ACT Hadirkan Sumur Wakaf ke-21

PLAYEN (MERAPI) - Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY menghadirkan sumur wakaf ke-21 untuk kebutuhan air bersih warga di Desa

Close