GEGER PASAR GODEAN 1948 (10-HABIS) – Upacara Pemakaman Pahlawan Dilakukan Secara Sederhana

Belanda meninggalkan dusun Geneng bergerak ke arah timur dan berbelok ke utara melewati area persawahan menuju ke Markasnya di Cebongan. Mereka membawa teman-temannya yang sudah menjadi korban kira-kira berjumlah 9 orang. Jenazah mereka hanya dimasukkan ke dalam kantong-kantong goni.

ESOK paginya bersamaan dengan terbitnya matahari warga dusun Geneng, Sentul, Mutihan, Jetis dan lain-lain yang kemarin berlarian mengungsi ke wilayah selatan, Kalurahan Sidomulya dan Sidokarto kini mulai berbondong-bondong pulang kembali ke rumah masing-masing.

Sepanjang perjalanan pulang itu istri Pak Somo Senter dipapah anak gadisnya, rasa sedih menyelimuti hatinya, sesekali air matanya masih meleleh di pipinya. Ia sudah mendengar kabar tentang suaminya yang menjadi korban serangan Belanda.
“Bu, sudahlah! Ikhlaskan saja bapak. Beliau menjalani takdir Allah dan meninggalnyapun tidak sia-sia. Bapak berusaha menyelamatkan orang lain meski akhirnya beliau sendiri yang menjadi korban, semoga arwahnya diterima di sisi Allah”, berkata anak gadisnya yang mencoba tegar menghadapi musibah.

Suasana duka merambah dusun-dusun di sekitar pasar Godean yang kehilangan warganya menjadi korban ganasnya peperangan. Upacara pemakaman dilakukan secara sederhana penuh rasa hormat dan menghargai jasa-jasa mereka sebagai pahlawan kecil yang berusaha membela tanah airnya dari rong-rongan bangsa lain.
Pak Camat dan pak Lurah berikut semua jajarannya hadir memberikan penghormatan terakhir kepada para korban. Sedangkan bagi keluarga yang ditinggalkan dimohon ketabahan dan kesabarannya. (Akhiyadi)

Read previous post:
PERSIAPKAN PILKADA 2020: KPU Sleman Data Pemilih Pelajar

SLEMAN (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, mulai melakukan pendataan terhadap pemilih pemula atau pelajar, yang sudah mempunyai

Close