PENGEMBARAAN SYEH JUMADIGENO DAN WASIBAGENO (1) – Duel dengan Dua Penyabung Ayam

Sebelum keduanya mengembara, mereka diminta singgah lebih dulu Dusun Wonogiri, tempat dimana Syeh Jimat, paman mereka tinggal. Sementara Syeh Jumadil Qubro sendiri tetap tinggal di Gunung Turgo. Karena itu pula Syeh Jumadil Qubro dikenal dengan nama Ki Ageng Turgo.

SYEH Jumadigeno dan Syeh Wasibageno pun menuruti pesan kakeknya. Mereka berdua menuju Dusun Wonogiri. Di tengah perjalanan mereka itu mereka melihat ada dua orang mengadu ayam jago. Orang itu mereka hampiri dan mereka nasihati agar jangan lagi mengadu ayam jago dan berjudi karena hal itu merupakan salah satu larangan dalam agama.

Kedua orang itu tidak terima akan nasihat Syeh Jumadigeno maupun Syeh Wasibageno. Akhirnya adu mulut pun terjadi perkelahian. Kedua orang pengadu ayam itu akhirnya dapat dikalahkan oeh Syeh Jumadigeno dan Syeh Wasibageno. Kedua orang itu kemudian mengadukan perihal itu kepada gurunya. Syeh Jumadigeno dan Syeh Wasibageno mengikti keduanya dari belakang. Begitu semuanya saling bertemu di sebuah rumah, terkejutlah Syeh Jumadigeno dan Syeh Wasibageno. Demikian pun dengan guru dari kedua orang itu. Guru dari kedua orang itu ternyata adalah Syeh Jimat sendiri yang tidak lain adalah paman mereka.
Dari peristiwa itu kemudian diketahui bahwa kedua orang pengadu ayam itu bernama Surenggodo dan Surenggono diminta oleh Syeh Jimat untuk menjadi pembantu atau pengiring bagi Syeh Jumadigeno dan Syeh Wasibageno.

Setelah beberapa saat tinggal di Wonogiri itu keduanya diminta untuk melanjutkan pengembaraan. Akan tetapi sebelum semuanya itu dilakukan, keduanya diberi bungkusan oleh Syeh Jimat. Masih-masing satu bungkusan cukup besar. Bungkusan yang dipegang dengan tangan kanan oleh Syeh Jimat diberikan kepada Syeh Jumadigeno. Sedangkan bungkusan yang dipegang dengan tangan kirinya diberikan kepada Syeh Wasibageno.

Usai menerimake dua bungkusan itu Syeh Jumadiegno diminta oleh syeh Jimat supaya nantinya melanjutkan perjalanan ke arah selatan dan Syeh Wasibageno diminta melanjutkan perjalanan menuju sebuah hutan yang dinamakan Hutan Dwarawati yang terletak di sisi timur. Keduanya kemudian berangkat diikuti oleh Surenggodo dan Surenggono. Perjalanan mereka sampai pada sebuah tempat yang tinggi. Di tempat itulah mereka mencari buah-buahan untuk pengganjal perut mereka. (Albes Sartono)

Read previous post:
Kedondong Turunkan Kolesterol Jahat

SEBAGIAN jenis buah-buahan diyakini mampu membantu menurunkan kolesterol tinggi atau jahat di dalam tubuh. Satu di antaranya buah kedondong atau

Close