PUTRI MANYANASEKAR DAN BUAYA PUTIH (1) – Mandi di Kali Jadi Mulus dan Cantik

Kisah Putri Mayanasekar tercantum dalam Babad Demak. Ia adalah putri Adipati Dayaningrat, yang harus terlunta-lunta setelah Pengging jatuh. Bagaimana akhirnya Putri Manyanasekar bersuamikan seekor buaya putih? Berikut ini ceritanya.

SETELAH Pengging jatuh Adipati Dayaningrat melarikan diri bersama anak perempuannya Putri Mayanasekar ke Gunung Kendalisada. Istrinya sudah menjadi korban meninggal bersama punggawa-punggawa lain dan para prajurit Pengging ketika menghadapi musuh.

Adipati Dayaningrat iba dan prihatin sekali dengan keadaan putrinya, karena ia harus ikut menempuh kehidupan yang sangat tidak layak di daerah pegunungan berhutan-hutan. Beliau kemudian bertapa berhari-hari lamanya memohon pertolongan kepada Yang Maha Kuasa agar diberi jalan kemudahan dalam kehidupannya yang sengsara itu. Di Gunung Kendalisada air sangat sulit di dapat satu-satunya sumber air hanya kecil berada di bawah Pohon Preh yang jaraknya lumayan jauh dari pertapaan itu.

Menurut Babad Demak, Putri Manyanasekar setelah tumbuh dewasa sangat kepingin mandi di sungai sepuas-puasnya. Karena setiap hari ia hanya sekadar mengelap tubuhnya dengan telapak tangan yang dibasahi air saking kecilnya mata air yang ada di sekitarnya. Suatu hari Putri Manyanasekar menempuh perjalanan jauh menuju ke tempuran sebuah sungai yang airnya bening kincling. Setelah thingak-thinguk sebentar, sekiranya di tengah hutan itu tidak ada siapa-siapa iapun melepas semua pakaiannya lalu ‘Byuurrr…’ nyemplung ke tempuran.

Segar, segar, dan segaaarrr sekali rasanya. Sebab ya baru sekali itu ia mandi sejak bertahun-tahun yang silam. Putri Manyanasekar ceciblon kesenengan, kemudian ia kosokan. Seluruh bagian tubuh yang sekiranya bisa dikosoki maka dikosokilah agar semua dangkal yang bertahun-tahun nempel bersama keringat lepas dan larut di air sungai.

Barangkali ini memang atas kehendak yang Maha Agung, setelah kosokan itu tubuh Putri Manyanasekar jadi kuning mulus dan wajahnya cantik, “Pokoknya seharian ini aku mau kungkum di sini,” katanya tersenyum, girang.

Tak disangka dan tak dinyana saat itu juga datang seekor Buaya Putih berenang perlahan-lahan mendekatinya. Setelah berada dalam jarak intai dari arah belakangnya sang putri buaya putih tadi bercecak-decak kagum, “Wah, bokongnya padat berisi, bulat dan mulus,” lalu buaya itu berenang melingkar mencoba mengintip dari arah samping “Cihuiiii… hot banget, seksi,” seru batinnya kegirangan.

Yang terakhir buaya putih berenang melingkar lagi mencoba melihat Putri Manyanasekar dari arah depan, “Wuiiihhh…ukurannya super, kuning langsat lagi? Bener-bener bikin sang buaya gemeter seluruh tubuhnya bahkan sampai ujung ekornya pun gemeteran. Dengan kekuatan ilmunya sang buaya membaca mantra khusus, seketika itu juga berubahlah dirinya menjadi seorang Pangeran berwajah ganteng. (Akhiyadi)

Read previous post:
Kuda Lumping Berlari Seperti Kuda Pacu

SEBULAN lalu Pak Tardi mengucapkan nadar. Jika cucu kesayangannya sembuh dari sakitnya, dia akan menggelar pertunjukan kesenian kuda lumping sehari

Close