BOROBUDUR: JEJAK KECANGGIHAN LELUHUR (5) – Merekam Dunia Maritim Nusantara

SEKALIPUN Candi Borobudur terletak di pedalaman dan seolah-olah tidak pernah bersinggungan dengan dunia maritime, namun ternyata candi ini memiliki relief yang merekam tentang dunia maritime di Nusantara. Hal ini ditunjukkan oleh Philip Beale, seorang peniliti dari Inggris. Kisahnya, pada tahun 1982 Philip Beale mengunjungi Candi Borobudur untuk mempelajari relief candi. Ia berada di Indonesia untuk mempelajari tentang kapal-kapal tradisional dari tradisi bahari di Indonesia. Apa yang hendak ia pelajari itu bersesuaian dengan dirinya sebagai bekas anggota Angkatan Laut Inggris. Di Candi Borobudur ini Philip berhasil menemukan 10 panil relief yang menggambarkan tentang kapal/perahu, di antaranya adalah perahu dayung dan kapal bertiang tiga dengan bentuk layar persegi panjang miring.

Philip berkesimpulan bahwa kapal layar tersebut merupakan salah satu kapal yang melewati jalur terkenal yang menghubungkan Indonesia dengan Afrika Selatan hingga Ghana. Sedangkan barang utama yang diperdagangkan saat itu adalah rempah-rempah. Ketertarikan Philip terhadap seni pembuatan kapal Indonesia dan kemampuan para pelaut Indonesia membuatnya melakukan proyek besar, yaitu menciptakan sebuah kapal tradisional lalu berlayar mengarungi rute laut yang disebut Rute Kayu Manis (rempah-rempah). Kapal tersebut saat ini berada di sebuah ruang khusus di dalam Museum Kapal Samudraraksa Borobudur.

Bukit Menoreh

Hingga kini Candi Borobudur masih diliputi juga oleh misteri yang pada beberapa sisi berbalut mitos, legenda, kepercayaan, dan hal-hal lain yang kebanyakan bersifat oral history. Hal-hal demikian bukannya tidak penting, namun hal-hal yang demikian menarik untuk dikaji lebih jauh melalui pendekatan berbagai ilmu. Hal-hal yang bersifat misteri tersebut di antaranya adalah bahwa masyarakat setempat hingga kini banyak yang masih mempercayai bahwa Candi Borobudur dibangun oleh Gunadharma.

Menurut legenda setempat Gunadharma hidup pada masa Dinasti Syailendra. Raja pada zaman itu memerintahkan Gunadharma untuk membangun sebuah bangunan suci yang besar dan megah. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya Gunadharma melaksanakan perintah raja tersebut. Bertahun-tahun ia mengerjakan pekerjaan tersebut. Jerih payah yang dilakukannya akhirnya menghasilkan bangunan seperti yang dikehendaki raja.

Setelah Gunadharma berhasil menyelesaikan pekerjaannya, ia merasa sangat penat dan letih. Gunadharma kemudian berjalan ke arah selatan . Ia kemudian menaiki Bukit Menoreh dan ketika sampai di puncak bukit ia merebahkan diri untuk beristirahat dari rasa lelahnya. Akhirnya ia tertidur untuk selama-lamanya di tempat itu. Menurut kepercayaan, jasadnya kemudian menjadi bagian dari jajaran perbukitan Menoreh. Deretan bukit dalam rangkaian perbukitan Menoreh yang terletak di selatan Candi Borobudur memberikan kesan atau gambaran berupa profil seorang tokoh yang sedang berbaring yang menurut legenda merupakan bentuk abadi dari tokoh Gunadharma yang sedang beristirahat. (Albes Sartono)

Read previous post:
PILKADES SERENTAK 2019 DI GUNUNGKIDUL: Pemkab Tak Urusi Surat Suara

WONOSARI (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak lagi mengurusi masalah pencetakan surat suara, pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019,

Close