BOROBUDUR: JEJAK KECANGGIHAN LELUHUR (4) – Dikelilingi Pohon Kehidupan yang Tumbuh Subur

HINGGA saat ini penamaan Candi Borobudur masih menjadi pertanyaan. Masyarakat Borobudur menceritakan bahwa pada zaman dahulu di sekitar Candi Borobudur tumbuh subur pohon yang dinamakan pohon budur yang diartikan sebagai pohon bodhi atau pohon kehidupan. Bagi masyarakat sekitar Candi Borobudur, istilah yang lazim dipakai adalah budur untuk penamaan bangunan suci tersebut. Nama tentang Borobudur pernah dirumuskan oleh beberapa ahli/peneliti, seperti Thomas Stamford Raffles, JL Moens, JG de Casparis, Poerbatjaraka, Soekmono dan Stutertheim.

Menurut Raffles nama Borobudur berasal dari kata boro yang berarti kuno dan budur adalah nama tempat. Selain itu, ia juga menginterpretasikan kata boro sama dengan agung dan budur sama dengan agung. Oleh karena itu, Borobudur dimaknai sebagai Sang Budha yang agung. Ia juga menginterpretasikan kata boro sama dengan banyak dan budur sama dengan Budha. Jadi, Borobudur dimaknai sebagai Budha yang banyak. Sedangkan JL Moens dalam artikelnya yang berjudul Borobudur Mendut et Pawon en hun onderlinge samen I-II mengartikan istilah budur dengan kota para pengunjung tinggi sang Budha.

JG de Casparis menyatakan bahwa kata Borobudur berasal dari sepotong kalimat yang berbunyi Kamulan i bhumisambharabudara. Istilah kamulan sendiri berasal dari kata mula yang berarti akar atau tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur (kemungkinan leluhur dari Dinasti Syailendra). Berdasarkan kutipan kalimat dari Prasasti Sri Kahulunan 842 de Casparis memperkirakan bahwa bhumi sambhara bhudhara dalam bahasa Sansekerta berarti timbunan tanah, bukit, atau tingkat-tingkat bangunan yang diidentikkan dengan sebutan Candi Borobudur. Dengan demikian, kamulan i bhumisambharabudara mempunyai arti sebuah kuil nenek moyang dari Dinasti Syailendra di Borobudur.

Poerbatjaraka mengatakan bahwa Borobudur berasal dari kata biara (tempat suci atau kuil) dan budur yang berarti tempat tinggi. Maka arti kedua kata tersebut menjadi kuil yang berada di tempat yang tinggi. Biara di budur (budur sama dengan nama tempat/desa). Sedangkan Soekmono dan Stuterttheim menyatakan bahwa bara dan budur berarti biara di atas bukit. Lebih lanjut menurut Soekmono, fungsi Candi Borobudur sebagai tempat ziarah untuk memuliakan agama Budha aliran Mahayana dan pemujaan nenek moyang. Kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca (1365 M) menyebutkan tentang adanya bangunan suci agama Budha aliran Wajradhara dengan sebutan budur. Sampai saat ini kata budur hanya dipakai oleh masyrakat pedesaan yang bertempat tinggal di wilayah Borobudur. Oleh karena itu pula kata budur yang digunakan dalam Kitab Negarakertagama diperkirakan mengacu pada pengertian Candi Borobudur.

Candi Borobudur memang istimewa sehingga menarik minat banyak orang untuk mengunjunginya. Tidak pelak pula tokoh-tokoh penting dunia pun berusaha menyempatkan diri untuk mengunjungi candi ini sebagai salah satu respons, kekaguman, dan empatinya. Tokoh-tokoh penting itu di antaranya adalah: Pangsar Jenderal Soedirman (Maret 1947), PM India Pertama Jawaharlal Nehru (7 Juni 1950), Che Guevara (31 Juli 1969), Senator Amerika Serikat Robert F Kennedy (1 Februari 1962), PM India Indira Gandhi (29 Juni 1969), PM Selandia Baru Norman Kirk (17 Desember 1973), Raja Boudewijn dan Ratu Fabiola dari Kerajaan Belgia (28 Oktober 1974), Presiden India Fachrudin Ali Ahmned (30 Mei 1975), PM Srilanka Bandaranaike (31 Januari 1976), PM Papua New Guinea Mr Somare (14 Januari 1977), PM Pertama Singapura Lee Kwan Yew (18 Juli 1980), Aktor Richard Gere (27 Juni 2011), Putri Maha Cakri Sirindhom dari Kerajaan Thailand (21 November 2011), Carl XVI Gustaf dari Kerajaan Swedia (1 Februari 2012), Presiden Republik Ceko Vaclav Claus (8 Juli 2012), Pangeran Haakon dari Kerajaan Norwegia (28 November 2012), Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam (30 November 2012), PM Hongaria Viktor Orban (4 Mei 2013), Ratu Denmark Margrethe II (26 Oktober 2015), Presiden Ukraina Petro Poroshenko (6 Agustus 2016). (Albes Sartono)

Read previous post:
Menemukan Mayat di Kos-kosan

SEMINGGU sudah Ardi tinggal di kos-kosan yang baru. Ia pindah dari kos-kosan lama lantaran jauh dari kampusnya. Sebenarnya itu bukan

Close