ADIPATI UKUR MENGGOYANG MATARAM (2) – Mataram Minta Bantuan Ki Bagus Sutapura

TUMENGGUNG NARAPAKSA berembug dengan para bupati Priangan, bagaimana caranya mengalahkan Adipati Wangsanata yang ternyata sakti mandraguna.

Beberapa prajurit Mataram tewas korban terjangan batu yang dikendalikan lewat ilmu Mundhing Lalampah, membuat sementara prajurit Mataram kalah dalam peperangan di Gunung Lumbung. Diusulkan agar Mataram meminta bantuan kepada Ki Bagus Sutapura, yakni saudara Adipati Wangsanata juga tunggal sapeguron.
Sayangnya Ki Bagus Sutapura tidak gampang percaya omongan orang lain, sebelum ada bukti yang nyata. Bagaimana sikap Mataram ?

Dalam babad Tanah Jawa diceriterakan, hasil musyawarah antara Ki Narapaksa pimpinan prajurit Mataram dengan para adipati wilayah Priangan memutuskan tidak ada cara lain untuk mengatasi kesaktian Adipati Wangsanata dari Kadipaten Ukur, mau tidak mau harus minta bantuan mintasraya kepada saudara seperguruannya yakni Ki Bagus Sutapura. Namun para adipati Priangan meminta agar Sultan Agung di Mataram mengirim surat nawala langsung kepada Ki Bagus Sutapura.

Untuk sementara Ki Narapaksa kembali ke Mataram, sementara para adipati wilayah Priangan diperintahkan terus mengawasi Adipati Wangsanata dan prajuritnya yang masih berada di puncak Gunung Lumbung. Karena lama tidak ada serangan dari prajurit Mataram, Adipati Wangsanata dan prajuritnya gelisah sendiri. Beberapa teliksandi disebar, sambil mencari tahu kemana perginya pimpinan prajurit Mataram Ki Narapaksa. Diperoleh kabar, bahwa Ki Narapaksa pimpinan prajurit Mataram pulang kembali ke Mataram. Disamping itu para teliksandi mengabarkan, orang-orang Kadipaten Ukur yang ditahan para prajurit Mataram dadi bandan di Alun-alun.

Adipati Ukur ternyata cinta pada kawulane yang ditahan prajurit Mataram, maka semua harus dibebaskan. Kepada para prajuritnya, Adipati Wangsanata meminta tugas itu hanya akan dilakukan sendiri. Para prajuritnya, disuruh bersembunyi dan kembali ke Gunung Lumbung melihat keadaan aman atau tidak.
Jadilah Adipati Wangsanata ngamuk punggung sendirian di Alun-alun Kadipaten Ukur untuk membebaskan kawulane, dari cengkereman prajurit Mataram. Dengan mengandalkan ilmunya Munding Lalampah, meski sendirian ternyata Adipati Wangsanata berhasil membebaskan orang-orangnya yang dadi bandan prajurit Mataram. Prajurit Mataram sendiri yang bertugas menjaga bandan orang-orang Kadipaten Ukur kewalahan menandingi Adipati Wangsanata, banyak yang terluka bahkan tewas dan lainnya menyingkir cari selamat.

Dalam waktu singkat beberapa kawulane berhasil dilepas, dengan rasa haru dan gembira Adipati Wangsanata mengantar orang-orangnya kembali kepada keluarganya masing-masing. Dalam hati Adipati Wangsanata merasa haru, kenapa orang-orangnya atau kawulane yang tidak tahu apa-apa ikut-ikutan jadi korban atas mbalelane dirinya kepada Mataram. Tujuan Adipati Wangsanata hanya satu, tidak ingin diperintah orang lain, baik Kumpeni Belanda maupun Mataram agar rakyat hidup tenteram dan makmur. Terwujudkah impian Adipati Wangsanata dari Kadipaten Ukur? (Ki Sabdo Dadi)




Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kemenpar Manfaatkan HUT RI untuk Hadirkan Festival Wonderful Indonesia di Atambua

ATAMBUA (HARIAN MERAPI) – Festival Wonderful Indonesia resmi meluncur di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Atambua, Sabtu (17/8/2019). Momentumnya

Close