GUNUNG KENDHIL SLEMAN DAN LEGENDANYA (4) – Ada Ikan Pelus Berjemur di Pagi Hari

BENDA yang dilihat Edy Pranoto itu tampak memantulkan sinar matahari pagi. Sedikit menyilaukan mata. Edy Pranoto pun penasaran dibuatnya. Ia mencoba mengamati benda itu dari ketinggian sebab saat itu ia memang berada di atas tebing. Begitu pandangannya jelas, ia terkejut.

Ternyata benda yang berada di atas batu dengan posisi di tengah-tengah kedalaman kedhung itu adalah ikan pelus.

Pelus ini berukuran cukup besar. Kira-kira sebesar betis orang dewasa. Akan tetapi pelus ini tidak memliki ukuran tubuh yang panjang seperti pelus-pelus pada umumnya. Panjang pelus ini kurang lebih sama dengan panjang lengan orang dewasa. Pelus ini juga tidak memiliki ekor alias buntung.

Bentuknya yang besar namun pendek mengesankan bahwa pelus tersebut merupakan pelus yang paling bunteg ’pendek dan besar’ yang pernah dilihat Edy Pranoto. Edy Pranoto pun sadar bahwa pelus tersebut bukanlah pelus seperti pada umumnya. Pelus tersebut adalah pelus gaib penunggu Kedhung Aren. Hal ini dipercayai Edy Pranoto sebab jauh-jauh hari sebelumnya ia pernah mendengar perihal ini dari kakeknya. Seperti cerita kakeknya, ciri-ciri pelus ini menunjukkan bahwa ia adalah Ki Sarpa.

Edy Pranoto melihat bahwa pelus atau Ki Sarpa itu tengah ninis ’berjemur di pagi hari’ pada sebuah batu besar di tengah kedhung. Melihat hal ini hati Edy Pranoto ragu-ragu untuk melanjutkan kegiatannya memancing. Mata Edy Pranoto terpaku pada sosok ikan pelus yang berjemur itu. Tidak berapa lama kemudian ikan pelus itu seperti berguling dan mencebur ke dalam kedalaman air kedhung.

Begitu Ki Sarpa menceburkan diri ke kedhung, Edy Pranoto pun meneruskan niatnya untuk memancing. Dalam angannya Edy Pranoto membayangkan bahwa kali ini pun ia akan mendapatkan ikan besar jenis Klaper. Dengan sabar ia beberapa kali melemparkan kailnya ke tengah kedhung. Namun sampai berjam-jam ia tidak mendapatkan seekor ikan pun. Bahkan rasanya umpannya tidak pernah didekati seekor ikan pun.

Sial memancing berjam-jam tidak mendapat ikan satu pun, Edy Pranoto mencoba menghubung-hubungkannya dengan penampakan Ki Sarpa yang baru saja dilihatnya. Menurut dugaan Edy Pranoto, hari itu ia sial dalam memancing dikarenakan sebelumnya telah diberi peringatan oleh Ki Sarpa dengan penampakan dirinya. Hari itu pun Edy Pranoto pulang dari Kedhung Aren dengan tangan hampa. (Albes Sartono)

Read previous post:
Jamu Godhog Bantu Terapi Kencing Manis

INDONESIA dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alamnya. Sebagian daerah bahkan memiliki tanaman berkhasiat, sehingga dapat digunakan sebagai ramuan

Close