GEJOLAK POLITIK DI KRATON DEMAK (2) – Kyai Bethok Keris Pusaka ‘Piyandel’

SETELAH Aryo Penangang gugur, tombak Kyai Muntap dan keris pusaka Kyai Sih Tan Kater (awam menyebutnya Kyai Setan Kober) diambil Danang Sutawijaya dan dibawa ke Pajang diserahkan kepada Sultan Hadiwijaya. Bagaimana kelan jutan ceritera tentang pusaka Demak yang lain?

Dalam Babad Tanah Jawi disebutkan, begitu Pajang diambil alih Mataram, semua pusaka dibawa ke Mataram hingga sampai pada zaman Keraton Surakarta. Diceriterakan, Kyai Muntap lantas disandingkan dengan Kyai Bethok sebagai pusaka ageng yang sama-sama punya kaitan kejadian percobaan perebutan kekuasaan oleh Aryo Penangsang. Sahdan ketika Paku Buwono lX menjelang wafat garwa ampil kinasih sedang hamil muda, maka beliau berpesan. Apabila nanti lahir anak laki-laki setelah dewasa agar diberi pusaka Lyai Bethok, namun apabila lahir perempuan agar diberikan perhiasan. Ternyata lahir laki-laki, maka wasiat Paku Buwono lX dilaksanakan. Karena tombak Kyai Muntap selalu disandingkan dengan Kyai Bethok, maka kedua pusaka ageng itu pun diberikannya sekalian.

Tentang sejarah Kyai Bethok, adalah pusaka pemberian Ki Ageng Banyubiru kepasa Sunan Prawoto. Oleh Sunan Prawata Kyai Bethok dijadikan pusaka piyandel, terbukti ketika dirinya ditikam oleh Ki Rangkud, Sunan Prawata sempat melempar keris ampuh itu ke badan Ki Rangkud. Keduanya mati sampyuh, atau sama-sama terbunuh. Konon Ki Rangkud memang disuruh Aryo Penangsang untuk menghabisi nyidra pati Sunan Prawata, karena dendam kesumat ayahnya Pangeran Seda Lepen dahulu tewas dibunuh Sunan Prawata. Ketika Ki Rangkud masuk ke Keraton Demak, Sunan Prawata sedang sakit dan bersandar pada permaisuri. Sunan Prawata sadar, dirinya tidak akan mampu melawan Ki Rangkud maka berpesan, agar dirinya saja yang dijadikan sasaran pembunuhan dan jangan mengikutkan keluarga. Tetapi Ki Rangkud tidak peduli menikam dada Sunan Prawata, hingga tembus punggung mengenai permaisuri. Dalam kemarahannya, Sunan Prawata melempar keris Kyai Bethok ke arah Ki Rangkud, kena dan jatuh tersungkur. Ki Rangkud tewas terkena pusaka Sunan Prawata yang ampuh itu, dilain pihak Sunan Prawata sendiri tewas ditikam Ki Rangkud, sehingga keduanya mati sampyuh.

Itulah sekelumit ceritera pembunuhan demi pembunuhan pada pergolakan politik di Keraton Demak, menyusul Sultan Trenggono sendiri wafat. Peristiwa gugurnya Aryo Penangsang sendiri tercatat pada tahun 1549.(Ki Sabdo Dadi)

Read previous post:
Buah Naga Dukung Kesehatan Jantung

PERNAH makan ataupun minum jus buah naga? Selain mempunyai rasa serta aroma khas, daging buah naga diyakini mempunyai manfaat kesehatan.

Close