PANEMBAHAN SENOPATI NGLURUG KE BANG WETAN (4) – Panembahan Madiun Terkena Marta Wisa

PRAJURIT Kadipaten Madiun yang bertugas jaga agaknya sudah mulai jenuh. Apalagi peperangan sudah jelas batal mereka hanya sekedar duduk-duduk di seputar Kadipaten. Bahkan Panembahan Senopati juga sudah mendapat laporan dari prajurit sandi kalau sebagian prajurit Bang Wetan yang semula mau mendukung Madiun ada yang membubarkan diri. Mereka menyeberang Bengawan ke arah timur sekelompok demi sekelompok secara bergantian dan terus pulang kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.

“Tengah malam nanti kita bawa prajurit kita menyeberang ke timur” kata Ki Patih Mandaraka kepada Panembahan Senopati.

“Kenapa begitu, Paman?”, tanya Panembahan Senopati.

“Perhitunganku, pagi hari nanti kita sudah siap di seberang timur bengawan. Nah, saat itulah akan banyak kelompok prajurit dari Bang Wetan yang menyeberang ke timur sekalian mereka akan pulang ke daerahnya masing-masing. Ini kesempatan kita untuk menghancurkan mereka”, kata Ki Patih Mandaraka menjelaskan.

Panembahan Senopati mengangguk-angguk, beliau senang dan memuji pemikiran pamannya yang memang betul-betul matang dan penuh perhitungan. Kali ini meskipun jumlah prajurit Mataram tak sebanding dengan jumlah prajurit-prajurit gabungan beberapa kadipaten namun keadaan serta situasi yang sudah berbeda maka jika prajurit Mataram menyerang tentu hasilnya akan berbeda pula.

Tepat. Pagi harinya ketika matahari muncul dari sela dedaunan yang rimbun di tepian bengawan prajurit-prajurit dari berbagai kadipaten wilayah Bang Wetan itu mulai menyeberangi bengawan dengan menggunakan gethek-gethek bambu. Pada saat itulah prajurit-prajurit Mataram segera menghujaninya dengan anak panah beribu-ribu jumlahnya sambil bersorak sorai merayakan kemenangan. Bende dipukul bertalu-talu, rumah-rumah penduduk sekitar dibakar, harta benda dijarah rayah oleh para prajurit. Situasi menjadi kacau balau dan serba panik membuat Panembahan Madiun berikut sentana dalem bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Sementara itu prajurit-prajurit dari Bang Wetan yang sudah berhasil menyeberang ditambah dengan penduduk sekitar masih mampu mengadakan perlawanan terhadap prajurit Mataram.

Panembahan Senopati dengan menaiki kuda napas bernama Puspa Kencana dan mengenakan baju Antakusuma mengamuk dengan tombak di tangannya. Para prajurit Bang wetan itu ternyata masih gigih melawan Panembahan Senopati. Bahkan kuda Puspa Kencana berhasil dilukai kakinya sehingga mengurangi sepak terjangnya.

Panembahan Madiun mendapat laporan dari salah satu sentana kadipaten bahwa prajuritnya telah hancur digempur oleh Panembahan Senopati. Sedangkan yang masih hidup segera melarikan diri tercerai berai tidak karuan.

“Huh, kurang ajar. Berarti surat pernyataan takluk yang dikirim oleh Nimas Adhisara itu palsu. Aku tidak mengira bahwa Panembahan Senopati selicik ini. Bisalah aku bilang diriku terkena marta wisa, marta lahirnya wisa batinnya”, gerutu
Panembahan Madiun. Beliau segera memutuskan untuk meloloskan diri dari Kadipaten bersama istri dan seorang anaknya Sedangkan anak perempuannya disuruh tinggal di Kadipaten.

“Anakku Retno Jumilah, engkau tinggallah di Kadipaten tak perlu ikut jengkar. Sebab rama tahu, Senopati itu menyerbu Madiun hanya karena ingin memperistrimu dan menjadikanmu selirnya. Sudah lumrah bagi yang kalah itu harta bendanya dijarah dan putrinya juga diambil!” pesan Panembahan Madiun kepada anak putrinya yang cantik jelita itu.

Mendengar kata-kata ramanya tadi Retno Jumilah menangis sejadi-jadinya ia merasa dirinya telah dikorbankan oleh ayahnya sendiri. Akhirnya gadis cantik itu jatuh pingsan ketika seluruh keluarganya pergi meninggalkan Kadipaten Madiun dan ia hanya ditunggui oleh seorang emban.

“Inang, tunggui Gustimu sampai ia sadar. Jangan takut, Panembahan Senopati tak akan membunuhmu. Ini keris wasiat namanya kiai Gumarang kutitipkan kepadamu. Nanti jika gustimu sudah sadar berikan kepadanya!” pesan Panembahan Madiun, beliau sekeluarga lalu pergi ke arah timur dan rencananya akan menunuju ke Wirasaba. (Akhiyadi)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kepel Miliki Sifat Diuretik

TANAMAN kepel termasuk jenis tumbuhan yang mempunyai khasiat kesehatan. Khasiatnya antara lain dapat diperoleh dari bagian buah serta daun-daunnya. Bagian

Close