LORO BLONYO, DEWI SRI, PADI, DAN MITOLOGINYA (6-HABIS) – Celeng Srenggi Sumber Pengganggu Tanaman Padi

Spread the love

DI Jawa sendiri ada banyak versi cerita Dewi Sri. Ada yang menyebutkan bahwa Dewi Sri bersaudara dengan Sadana. Keduanya dikirim ke dunia oleh Hyang Akarya Jagad supaya membawa benih rejeki dari buah kuldi. Benih rejeki itu berwujud kekayaan dan benih padi. Benih rejeki diberikan kepada Ki Cepamulya yang memberikan suguhan kepada Dewi Sri dan Sadana.

Dengan demikian Kerajaan Cepamulya menjadi makmur. Di sisi lain waktu itu Tanah Jawa paceklik. Hyang Akarya Jagad kemudian mengutus Jabarail mencari Dewi Sri dan Sadana supaya bisa mengentaskan Tanah Jawa dari paceklik. Dewi Sri dan Sadana berhasil diboyong ke Tanah Jawa. Akan tetapi benih titipan dari Kahyangan yang sedianya akan ditabur di Tanah Jawa dititipkan pada burung pipit. Benih tersebut jatuh tepat di kubangan Celeng Srenggi. Benih tumbuh menjadi tanaman padi.

Dewi Sri dan Sadana akan meminta benih yang tumbuh di kubangan Celeng Srenggi tetapi Celeng Srenggi menolak. Celeng Srenggi akhirnya berkelahi dengan Sadana. Sadana minta bantuan Dewi Sri. Sadana diminta berdoa. Setelah berdoa datang hujan dan banjir bandang. Setelah hujan mereda ada sebuah anak panah tergeletak di samping pohon gelagah lanang. Celeng Srenggi berhasil dibunuh.

Sepeninggal Celeng Srenggi ada kutukan dari langit yang isinya bakal tetap mengisruh segala macam tanaman di dunia: lidah Celeng Srenggi akan berubah menjadi hama tikus, giginya menjadi manuk gelatik, cingurnya menjadi segala macam hama tanaman di atas permukaan bumi, matanya menjadi kepik lembing (hama kedelai), telinganya menjadi belalang kapa (hama padi), darahnya menjadi brambang kuning (hama padi), bulunya menjadi sesundep (hama padi), lemaknya menjadi tepak (hama padi), kulitnya menjadi rarebah (hama yang bisa membusukkan batang pepohonan).

Selanjutnya benih tadi diserahkan kepada Seh Sahluke. Sadana menganjurkan agar ketika menanam benih padi harus dengan menghitung makna hari, tahun, wulan, dan pasaran serta jumlah angkanya. Harus juga menghitung jatuhnya petungan yang dibagi menjadi empat: sri, kitri, dana, liyu, dan pukah. Selain itu pada saat mengerjakan tanah harus minta maaf dan meminta berkah pada bumi (bedhah bumi). Pada saat memulai menanam harus membuat bubur lemu. Besuk pada saat panen Dewi Sri akan mendatangi sawah tersebut. Oleh karena itu Dewi Sri minta diberi sesaji berwujud: sega tumpeng, ayam panggang, sambel gebel, jangan menir, trancam terong, endhog dadar, rujak manis, pisang lulut, pisang emas, pala kependhem, kupat lepat, dan tebu ditengker-tengker’dipotong-potong’.

Pada saat padinya akan dipanen Seh Sahluke memerintahkan pada istrinya supaya menyiapkan upacara wiwit dengan ubarampenya. Setelah semuanya selesai Seh Sahluke mengelilingi sawahnya dengan membaca doa agar semua hama menyingkir. Selesai itu kemudian membakar kemenyan di samping sajen kemudian memetik padi dan dibawa pulang ke rumah. Setelah itu istri Seh Sahluke diperintahkan untuk meneruskan panen. Selain itu Seh Sahluke juga berpesan supaya siapa pun yang ingin ikut dalam panen jangan sampai dilarang. (Albes Sartono)

Read previous post:
Daun Talok Ditakuti Asam Urat

TANAMAN talok atau kersen diyakini memiliki khasiat kesehatan terutama dengan memanfaatkan bagian buah maupun daun-daunnya. Cara pemanfaatan daun tanaman talok

Close