Petani Dusun Krandon Gelar ‘Wiwitan’

MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H Proses wiwitan sebelum panen raya padi.
MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H
Proses wiwitan sebelum panen raya padi.

TERIKNYA matahari, tidak menyurutkan sejumlah petani di Dusun Krandon Desa Wedomartani Kecamatan Ngemplak Sleman untuk datang ke sawah. Sambil membawa sejumlah ubo rampe atau pelengkap berupa makanan dalam ritual Jawa, mereka akan mengikuti tradisi wiwitan atau upacara untuk mengawal panen padi.

Sesaji yang berisi antara lain berupa jajanan pasar, ayam hingga buah-buahan tersebut dikirab dari salah satu rumah warga menuju ke sawah. Dipandu salah satu tokoh adat masyarakat setempat, tradisi wiwitan dimulai dengan memotong beberapa batang padi menggunakan ani-ani atau alat pemotong padi.

Tradisi ini sengaja diselenggarakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Selain itu juga untuk menjaga keseimbangan antara alam dengan manusia.

“Selama ini Tuhan sudah banyak menganugerahkan alam kepada kita. Dimana kita dapat memanfaatkannya dengan baik. Tradisi ini lebih sebagai bentuk syukur kita kepada Tuhan, karena sudah memberikan hasil panen yang melimpah. Harapannya, panen pada musim tanam selanjutnya juga tetap bagus,” kata Mujiburoahman selaku perwakilan warga.

Usia wiwitan, langsung dilakukan panen seperti biasa. Sedangkan ubo rampe yang disiapkan tadi dimakan bersama-sama dengan petani dan masyarakat sekitar.

Lahan padi di Dusun Krandon seluas 20 hektare. Dengan hasil produksi 8,7 ton perhektare. Untuk jenis padi beda dengan musim tanam sebelumnya. Pola tanam menggunakan jajar legowo. Hanya saja saat awal musim tanam, air di sekitar lokasi dirasa kurang mencukupi. (Awh)

Read previous post:
RAZIA POLRES GUNUNGKIDUL: Ratusan Botol Minuman Keras Diamankan

WONOSARI (MERAPI) – Mejelang pelaksanaan Pemilu 2019 Kepolisian Resor Gunungkidul terus berupaya untuk menciptakan situasi aman, agar terbebas dari gangguan

Close