Diplomasi PB X Kembalikan Kejayaan Mataram

CERITERA tentang Kanjeng Kyai Nagasapta terus berlanjut, hingga masa pemerintahan Paku Buwono X. Konon jumlah resmi berapa Kanjeng Kyai Nagasapta, hingga kini belum ada kepastian. Ada yang mengatakan dibuat tujuh buah, namun ada juga ada yang mengatakan Empu Singiwojoyo baru sempat membuat lima buah. Berapa jumlahnya, namun keberadaan Kanjeng Kyai Nagasapta telah berperan penting dalam upaya Keraton Surakarta untuk mengembalikan kejayaan Keraton Mataram melalui jurus diplomasi. Bagaimana ceriteranya ?

Dalam Babad Tanah Jawi disebutkan, Paku Buwono X memerintah keraton Surakarta pada tahun 1893-1939 dimana pada waktu itu dunia Barat sedang terjadi perubahan besar adanya Perang Dunia I yakni pada awal abad 20. Tak terkecuali Belanda pun tidak luput dari imbas Perang Dunia I, akibatnya bisa dirasakan sampai wilayah jajahan.

Sinuhun Paku Buwono X yang kondang waskitha serta punya ambisi untuk mengembalikan kejayaan Keraton Mataram, dengan berbagai diplomasi membangun hubungan baik dalam negeri maupun dalam negeri. Paku Buwono X membangun hubungan dengan Keraton Ngayogyakarta, mempersunting Ratu Emas puteri Sultan Hamengku Buwono VII. Di kawasan pesisir utara, membangun pengaruh dengan menikahkan puteri-puteri raja dengan para bupati.

Sementara di luar negeri menerima kunjungan tamu-tamu serta para pimpinan negara tetangga, seperti Raja Ramar VII dari Siam dan lain sebagainya. Nah, dalam setiap pertemuan tersebut selalu dirembug mengenai situasi politik di negara-negara masing-masing. Guna memberikan kenangan adanya pertemuan tersebut, Paku Buwono X selalu memberikan hadiah cenderamata sebagai kenang-kenangan. Dan yang dipilih sebagai cenderamata tersebut, Paku Buwono X selalu memberikan keris Kanjeng Kyai Nagasapta, dan sebagai balasan para tamu negara manca itu juga menghadiahkan beberapa cenderamata berupa benda-benda budaya, seperti patung dan lain sebagainya.

Agar tidak menimbulkan kecurigaan Belanda, Paku Buwono X pun menghadiahkan keris Kanjeng Kyai Nagasapta ke[ada Pangeran Hendrik suami Ratu Wilhemina.
Terakhir Paku Buwono X berkenan menghadiahkan Kanjeng Kyai Nagasapta kepada Bupati Cilacap sebagai bupati juru kunci, yang mendapat tugas khusus menjaga Kembang Wijayakusuma, sebuah bunga yang disakralkan karena hanya tumbuh di Pulau Nusakambangan. (Ki Sabdo Dadi)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Okra Sebagai Antioksidan

OKRA baik jenis warna merah maupun hijau diyakini sama-sama mengandung nilai gizi serta mempunyai khasiat kesehatan. Adanya kandungan klorofil menjadikan

Close