PERJALANAN EMPU LINUWIH (2) – Besi Alam Kodrad Bakal Saton Keris Dapur Sewu

KEINGINAN Prabu Brawijaya untuk memiliki keris dapur sewu sedemikian kuatnya, sehingga apapun yang diinginkan Si Enom semua dikabulkan. Bahkan terkait dengan permintaan mengumpulkan semua besi gerang (tua) yang ada di Majapahit agar ditumpuk di pantai Tuban pun diluluskan sang nata. Setelah semua dipenuhi Si Enom pun bersiap melaksanakan tugasnya, membuat keris dapur sewu permintaan raja.

Meski masih muda, namun kesaktian Si Enom tidak bisa dianggap remeh. Hal itu tidak lepas dari pengaruh Sunan Kalijaga yang sangat menyayangi Enom. Ada kisah unik, pada usia 3 tahun Enom sebetulnya sudah meninggal dunia. Ketika ditemukan empu Supa, jasad Si Enom mengambang di kolam ikan belakang rumah. Padahal saat itu Rasawulan ibunya sedang sibuk membuatkan makan siang untuk Kanjeng Sunan Kalijaga. Melihat anaknya telah meninggal di dalam kolam, empu Supa lantas mengangkat dan membawanya masuk ke dalam kamar, dianggap layaknya anak yang tertidur.

Karena kangennya pada Si Enom, Sunan Kalijaga menyuruh empu Supa mencari anaknya. Tapi dijawab kalau Si Enom sedang tertidur karena kecapaian bermain di kolam ikan. Mendengar jawaban itu, Sunan Kalijaga tidak mempersoalkan karena masakan yang dibuat adiknya Rasawulan sudah siap dihidangkan. Namun ketika mau makan pikiran Sunan masih tertuju pada Si Enom, rasanya tidak nyaman makan tanpa diganggu lucunya Si Enom. Lantas Sunan Kalijaga memanggil bocah itu, seperti biasanya. Tanpa jeda, Si Enom pun berlari ke luar dari kamarnya. Hal itu membuat hati empu Supa terkejut, pikiran dan hatinya berkecamuk antara perasaan gembira dan bingung, tak percaya. Karena anaknya yang semula dianggap sudah meninggal, ternyata hidup kembali.

Dari peristiwa itu, mungkin yang membuat Si Enom berbeda dengan anak kebanyakan seusianya. Bahkan dalam kemampuannya mengolah bakalan saton, untuk dijadikan keris Si Enom tidak menggunakan peralatan di besalen, tapi dengan menggunakan kemampuan fisiknya. Besi bakal bahan keris dibakar, setelah mengangah lantas dijapit dengan jari-jarinya dan dibawa ke dalam laut ditempa dengan sikutnya beralasan paron dari dengkulnya, bahkan napas yang keluar dari hidung digunakan sebagai pengipas nyala api di tungku pembakaran.

Keanehan pun terjadi, setiap besi yang ditempa dengan sikut dialaskan dengkulnya, begitu dihantam buyar tidak meninggalkan bekas. Besi yang semula menumpuk bagaikan gunung anakan, hilang semua tidak ada bekasnya. Hal ini membuat Si Enom bingung, sebab besi sekian banyaknya tidak ada satu pun yang bisa dijadikan bahan saton untuk pembuatan keris. Si Enom pikirnya bingung, hatinya gundah dalam batin berkecamuk bayangan pasti akan mendapat hukuman dari raja, karena sudah dianggap ingkar janji tidak bisa memenuhi pesanan rajanya. Karena merasa malu dan wirang akhirnya dia hanya bisa menangis sesenggukan di pinggiran pantai Tuban. Bahkan tekadnya, lebih baik mati di dalam laut dari pada tidak bisa menyelesaikan tugas membuat keris dapur sewu.

Tidak seberapa lama, Kanjeng Sunan Kalijaga melihat keadaan itu. Lantas disambanginya bocah remaja itu, setelah menceritakan awal mula dan tujuannya berada di pantai Tuban, akhirnya Si Enom pasrah bongkokan pada Sunan Kalijaga, intinya agar uwaknya bisa menolong agar dia tidak kena marah sang nata. Bersamaan itu juga, Empu Supa pulang dari mencari keris Sengkelat di Blambangan, langsung menuju pantai Tuban melaporkan dan menyerahkan keris pada Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga lantas memberikan bakalan besi untuk ditempa menjadi keris dapur sewu sesuai dengan permintaan Prabu Brawijaya.

“Besi Majapahit tidak ada yang bisa dijadikan keris pusaka, coba kamu pakai besi dari alam kodrad ini, Tole. Dan buatlah keris di tengah samudera dengan meniru pasikonya keris Sengkelat ini. Biar aku dan bapakmu menunggu di piggir sini,” ucap Sunan Kalijaga sambil menyerahkan bakalan besi yang akan dijadikan saton bahan keris dapur sewu. (Teguh)

Read previous post:
Daun Alamanda Lawan Sembelit

BAGI penggemar tanaman hias tentu sudah tak asing terhadap jenis alamanda. Jenis warna bunganya cukup beragam, misalnya ada kuning, cokelat

Close