KRT PUSPONEGORO I PENASIHAT MILITER PANGERAN DIPONEGORO (4-HABIS) – Wajib Bersikap Sopan dan Dilarang Berlaku Negatif

JURU KUNCI makam Sukirman memberi gambaran, bahwa sosok Eyang Pusponegoro I bertubuh tinggi besar dan bisa dikatakan selalu mengenakan pakaian tradisional Jawa lengkap dengan blangkon berwarna gelap. Sukirman bisa berkata demikian, karena ia pernah mendengar cerita dari salah satu peziarah yang katanya memang pernah mendapatkan penampakan ketika sedang berziarah ke tempat ini. Orang itu pun menurut Sukirman, akhirnya juga dapat mencapai kedudukan yang baik dalam karirnya setelah berziarah ke tempat ini serta mendapatkan penampakan gaib tersebut.

Sumber setempat juga menyebutkan bahwa di sebelah barat-utara dari kompleks makam ini terdapat sebatang pohon nagasari yang cukup tua. Tempat ini dipandang cukup gawat karena pernah terjadi seorang peziarah tiba-tiba pingsan di dekat pohon tersebut. Setelah ia bisa siuman dari pingsannya, peziarah ini lantas mengigau. Suhu badannya terasa panas dan jika diajak bicara tidak nyambung alias bicara sendiri dan tidak merespons omongan lawan bicaranya. Orang ini ternyata kesurupan. Dengan berbagai cara orang ini diupayakan kesembuhannya. Akhirnya orang ini memang dapat disembuhkan.

Atas kejadian itu banyak orang lantas punya dugaan bahwa lokasi tempat tumbuhnya pohon nagasari tua tersebut memang tidak boleh dibuat gegabah. Melihat posisinya pohon ini tumbuh di pojok makam. Kecuali itu pokok akar pohon ini tampak seperti menancap di dinding gundukan tanah pada bagian paling puncak dari Gunung Wungkal. Tidak ada sumber yang dapat memastikan apa atau siapa yang menunggu pohon atau lokasi di pojok barat makam ini. Hanya saja setelah kejadian tersebut banyak peziarah yang berlaku sangat hati-hati jika berada di pojok barat makam ini. Di samping mereka menjaga sikap dan tindak tanduk, mereka juga diharapkan untuk tidak kosong pikirannya atau melamun.

Sekalipun tidak ada syarat yang bersifat khusus untuk berziarah ke makam ini, namun para peziarah diwajibkan berlaku sopan dan tidak boleh berlaku negatif di tempat ini. Tata laku peziarahan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing individu. Demikian juga dengan permohonan-permohonannya semuanya diserahkan sepenuhnya pada kepercayaan masing-masing orang. Menurut Sukirman pula peziarah yang permohonannya akan dikabulkan biasanya akan diberi sasmita atau tanda tertentu. Tanda atau sasmita tersebut pada umumnya berupa batu akik. Jika orang bertirakat di tempat ini dan kemudian mendapatkan batu akik, orang boleh berharap bahwa ujub atau haapannya akan terkabul. Demikian kepercayaan yang berkembang di tempat ini.

Kompleks makam KRT Pusponegoro I di Gunung Wungkal ini kira-kira berisi 60-70-an batu nisan. Ukuran panjang nisan Eyang Pusponegoro I kira-kira 185 cm, lebar 65 cm, dan tinggi sampai kemuncak kepala nisan (jirat) sekitar 70 cm. Sedangkan lebar cungkupnya kira-kira 4 m, panjang 4,5 m dan tingginya sekitar 3 m. Lebar pintu cungkup 75 cm dan tingginnya adalah 170 cm.

Pembangunan pagar keliling kompleks makam yang diresmikan Minggu, 11 September 2005 ini dipimpin oleh trah KRT Pusponegoro I yang bernama Bapak Kuntoro Darmo. Sedangkan paguyuban trah KRT Pusponegoro I diketuai oleh Ibu Mujono Probo Pranowo, SH. Penasihat paguyuban Bapak KPA. Dr.Ir. Haji Yuwono Kolopaking, MSc. (pakde artis Novia Kolopaking). (Albes Sartono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KPU Sukoharjo Temukan 4.715 Surat Suara Pilpres 2019 Rusak

SUKOHARJO (MERAPI) - Ditemukan sebanyak 4.715 surat suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 ditemukan dalam kondisi rusak. Temuan tersebut didapati setelah

Close