TERCIPTANYA PERAHU RAJAMALA (4-HABIS) – Mpu Brojoguno III Pembuat Keris Andalan

SYAHDAN Kanjeng Pangeran Adipati Anom kemudian jumeneng nata sebagai Sinuhun Paku Buwono V. Banyak punggawa setia berasal dari Madura, daerah kelahiran ibundanya. Salah satunya adalah Mpu Brojoguno, yang telah mengabdi secara turun-temurunn di Keraton Surakarta Hadiningrat. Karya Mpu Brojoguno III atau cucu Brojoguno 1 adalah sebuah keris yang dinamakan Kanjeng Kyai Jokominulyo, konon dipesembahkan khusus kepada putera mahkota. Bagaimana ceriteranya?

Dalam babad Tanah Jawi disebutkan, karya-karya Mpu Brojoguno sangat mengagumkan, salah satunya adalah keris Kanjeng Kyai Jokominulyo (Mpu Brojoguno III) atau cucu Mpu Brojoguno 1. Putra mahkota sangat senang dengan pusaka tosan aji, salah satunya adalah keris Kanjeng Kyai Joko Minulyo yasan Mpu Brojoguno III yang dipersembahkan.

Keris Kanjeng Kyai Jokominulyo berbentuk gandhik melambangkan kebesaran putra mahkota, mirip figur Adipati Karno dengan mahkota raja muda yang sangat indah. Keris ini terkenal amat perkasa, karena bilahnya tebal dan kandungan bajanya tinggi berkualitas. Konon dikabarkan, keris sakti ini mampu menembus perisai lawan dalam perang tanding. Ukurannya juga lebih panjang dibanding keris Mataram yang lain, karena ini melambangkan keperkasaan bagi si pemilik pusaka tersebut.

Dalam catatan, keris ini juga pernah ditanyakan oleh Sinuhun Paku Buwono lV kepada putera mahkota, ketika terjadi salah paham dan menghadap minta kejelasan bahwa ramandanya ingin memulangkan ibundanya tercinta ke Madura.
Yang membuat gundah putra mahkota pada waktu itu, dan dengan ketekadan yang tinggi menciptakan perahu Rajamala untuk mengimbangi perahu milik ayahandanya. Untunglah Sinuhun Paku Buwono lV dengan bijak menjawabnya, semua itu tidak benar. Bahkan dikabarkan, putra mahkota telah membuat perahu yang besar, juga keris pusaka yang hebat dan ampuh buatan Mpu Brojoguno III. Kalau itu semua betul, ramanda ingin berpesiar bersama menikmati indahnya aliran Bengawan Solo dengan perahu ciptaannya dan ingin melihat karya Mpu Brojoguno yang amat tersohor tersebut.

Nah, dengan jawaban sinuhun yang lemah lembut itulah, konon hati sang pangeran menjadi luluh dan tertunduk. Wibawa seorang raja telah mengalahkan emosi sang pangeran, dan selanjutnya memberi sembah yang sangat takzim. Sang pangeran pun lantas bersedia ngemban dhawuh ayahandanya melakukan pesiar melayari Bengawan Solo, juga bersedia memperlihatkan pusaka andalannya keris Kanjeng Kyai Jokominulyo. (Ki Sabdo Dadi)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Jeruk Nipis Musuh Radang Tenggorokan

JERUK nipis mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Perasannya antara lain bisa dipadukan pada beberapa masakan seperti soto dan sup.

Close