TERCIPTANYA PERAHU RAJAMALA (2) -Wibawa Raja Mengalahkan Emosi Pangeran

SYAHDAN perahu buatan Pangeran Adipati Anom telah siap, dengan kepala dihiasi patung Rajamala nampak gagah dan perkasa. Perlahan-lahan diturunkan ke dalam air Bengawan Solo, untuk ndherekaken kanjeng ibu permaisuri pulang ke Madura. Hal ini karena rumor, ayahanda raja Sinuhun Paku Buwono lV akan memulangkan permaisuri ke Madura semakin santer.

Dalam babad Tanah Jawi diceriterakan, sebagai seorang anak yang berkedudukan putra mahkota, Pangeran Adipati Anom yang kelak akan menggantikan naik tahta memegang pimpinan, maka harus punya sikap yang layak sebagai putea mahkota. Pangeran Adipati Anom tetap harus menjunjung tatakrama dan kehormatan ayahanda. Meski hatinya gundah gulana, Sang Pangeran harus menyampaikan perasaannya dalam bahasa calon raja. Pada hari yang tepat, Sang Pangeran menghaturkan sembah.

“Mohon dimaafkan ayahanda, ananda mendengar Rama Prabu hendak memulangkan ibunda ke Madura, benarkah itu?” sembah sang pangeran dengan sangat santun.
Sinuhun Paku Buwono lV terdiam, tidak segera bisa memberikan jawaban.

“Ananda sendiri yang ingin mengantarkan ibunda pulang ke Madura, sekaligus sowan Eyang Prabu disana. Perkenankan ananda membawa seluruh anak buah, punggawa dan prajurit di Kadipaten. Yang lebih penting, ananda tidak akan kembali lagi ke Surakarta, mohon maaf ayahanda,”. Kata-kata sang pangeran keluar dengan tertahan, namun tegas dan jelas.

Tentu saja Sinuhun Paku Buwono lV terkejut, ucapan sang putra sama dengan ada keinginan untuk berontak. Namun sebagai raja yang bijak, Sinuhun Paku Buwono lV berhasil menyembunyikan perasaannya serta berujar dengan bijak.

“Kabar itu tidak benar ananda, justru sebaliknya ananda dikabarkan sedang membuat perahu besar, bagus untuk melayari Bengawan Solo,” jawab sang raja.
Sinuhun mengatakan, bahwa Pangeran Adipati Anom, mengumpulkan para Mpu Madura untuk membuat keris yang hebat dan ampuh. Kalau berita itu benar, Sinuhun Paku Buwono lV merasa senang bisa melihat karya Mpu-Mpu dari Madura tersebut sekaligus ikut berlayar di Bengawan Solo. Semua diucapkan oleh Sinuhun Paku Buwono lV dengan lembut dan kasih sayang, menanggapi kata-katanya sebelumnya.

Sang Pangeran Adipati Anom pun tertunduk, wibawa seorang raja telah mengalahkan emosi Sang Pangeran. Selanjutnya dengan manghatur sembah yang sangat santun, Sang Pangeran ngemban dhawuh keinginan ayahandanya mengatur pesiar melayari Bengawan Solo dengan perahu bermahkota Rajamala. (Ki Sabdo Dadi)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Hindari Penipuan Berkedok MLM, OJK Sampaikan Bijak Berinvestasi ke Pelajar

KARANGANYAR (MERAPI) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta mengenalkan lembaga legal di bidang jasa keuangan, asuransi, pasar modal dan sejenisnya

Close