KYAI PAHING, PENYEBAR AGAMA ISLAM DI TEMBARAK (5-HABIS) – Dibantu dari Segala Penjuru

DI tempat lain, ditemukan sebidang tanah kosong yang menurut penuturan warga setempat di sini ada sebuah makam. Setelah ditunjukkan tempat itu, H. Chabib Sudarmadi kemudian uluk salam dan bersujud untuk ‘maneges’ kepada mBah Kyai Pahing. Dan dia menerima bisikan gaib dari mBah Kyai Pahing, “Wah, wis titi wancine inyong bakal duwe omah. Ora nganti patang puluh dina omahku dadi. Saka lor kidul wetan kulon bakal padha mbiyantu inyong.” (Wah, sudah saatnya saya akan mempunyai rumah. Tidak sampai empat puluh hari rumah saya jadi. Dari utara selatan timur dan barat akan membantu saya).

Setelah mendapat kepastian tempat makam Kyai Pahing, pembangunan makam pun dimulai. Masyarakat dan pejabat setempat sangat menghormati tokoh ulama Kyai Pahing ini dan mereka bersemangat dalam bergotongroyong membangun makam Kyai Pahing. Dari pemasangan kijing sampai membangun cungkupnya, selesai dalam waktu dua puluh sembilan hari.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas ditemukannya dan dibangunnya makam Kyai Pahing, masyarakat dan pejabat setempat melaksanakan kirab budaya pada hari Ahad Kliwon tanggal 9 Nopember 2012. Mereka mengusung gunungan tumpeng dan gunungan palawija yang melambangkan kemakmuran sebagai wujud rasa syukur dan sedekah. Dan tidak ketinggalan disediakan jajan pasar dengan sajian makanan khas brongkos kupat, cucur dan ondhe-ondhe. Menurut penjelasan H. Chabib Sudarmadi, dalam pembangunan makam Kyai Pahing ini pada tahun 2013 pernah menerima bantuan dana dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut diterima dua kali, bantuan yang pertama sebesar Rp. 1,5 milyar dan yang kedua Rp. 1,4 milyar.

 

MERAPI-AMAT SUKANDAR Cungkup Makam Kyai Pahing.
MERAPI-AMAT SUKANDAR
Cungkup Makam Kyai Pahing.

Pada hari Kamis Legi tanggal 13 September 2018 atau tanggal 3 Muharam 1440 H yang lalu dilakukan penggantian ‘luwur’ (tutup kijing). Disamping itu juga dipasang gambar lukisan Kyai Pahing oleh Kyai Maemun Zubair dan Thoha juru kunci makam. Gambar tersebut sebagai hasil penerawangan gaib yang dilakukan sesepuh Padepokan Makuhuhan, H. Chabib Sudarmadi, dan dilukis oleh Nurfuad, pelukis dari Tempuran, Magelang. (Amat Sukandar)

Read previous post:
Kucing-kucingan Vs Asam Urat

TANAMAN kucing-kucingan mempunyai beberapa nama lain, misalnya lelatang, rumput bolong-bolong, ceka mas dan rumput kokosongan. Tanaman ini banyak tumbuh liar

Close