613 TAHUN PENDARATAN CHENG HOO DI SEMARANG (2) – Dulu Mau Sembahyang Diganggu Penjahat

LAKSAMANA Cheng Hoo nama aslinya adalah Laksamana Ma He atau dikenal dengan sebutan Kongco Sam Poo, karena berhentinya di Sam Poo Kong. Menurut catatan sejarah, pada tanggal 29 bulan 6 Imlek, Laksamana Cheng Hoo pernah mendarat di Kelenteng Tay Kak Sie. Tempat tersebut dulu laut besar.

“Ini sampai sana kelihatan sungainya. Nah, pada waktu itu ada anak buahnya yang sakit. Dia berhenti di sini. Singgah.” kata Hendarto sambil menunjukkan sungai besar di depannya. “Jadi tadinya anak buahnya kan tinggal di pinggir sungai. Di situ ada gua. Gua itu dipakai untuk merawat anak buahnya yang sakit. Karena Laksamana Cheng Hoo akan melanjutkan perjalanannya, maka anak buahnya beberapa ditinggal untuk merawat yang sakit. Nah, mereka akhirnya berasimilasi dengan penduduk lokal,” lanjutnya

“Rupang wajah Laksamana Cheng Hoo ya menurut gambaran pengikutnya, digambarkan seperti itu. Dewanya selain di Semarang ada juga di Jakarta, Tangerang, Gunung Sindur Bogor. Jadi yang boleh ikut kirab untuk Sam Poo itu hanya yang punya rupang Kim Sin Sam Poo saja,” paparnya.

Jut Bio (Kirab) berawal dari Kelenteng Tay Kak Sie menuju ke kelenteng Sam Poo Kong di Gedung Batu. Mengapa kok awalnya memilih dari Kelenteng Tay Kak Sie menuju ke Kelenteng Sam Poo Kong? Hendarto menjelaskan bahwa, “Jadi ini dulunya sebetulnya laut besar. Dulu orang kalau dari pecinan, kalo mau sembahyang ke sini terus terang banyak rasa takutnya karena banyak penjahat-penjahat di jalanan yang mengganggu. Terus ada beberapa tokoh masyarakat Tionghoa yang mampu, yang meminta petunjuk dewa dengan cara di pak pwee, bertanya, Kalau tiruannya itu dibuatkan replika rupang terus disembahyangkan di sana saja diizinkan atau tidak. Ternyata diizinkan. Nah, untuk mempererat hubungan kedua kelenteng itulah maka setiap tahun, replikanya yang dari Gang Lombok di bawa ke sini. Tapi siangnya dibawa pulang lagi.”

Dijelaskan Hendarto, di Semarang kelenteng Tay Kak Sie keluar hanya 2 kali dalam setahun, satu setengah bulan sebelumnya Kongco Poo Seng Tay Tee atau dewa pengobatan. Itu yang dikirab hanya Kongco Po Seng Tay Tee saja. Sedang di bulan Agustus kirab Kongco Sam Poo. Awal-awalnya yang dikirab rupang Laksamana Cheng Hoo saja. Tapi dalam perkembangannmya rupang dewa lain diperbolehkan ikut. (Hendro Wibowo)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Maunya Mancing Malah Ketemu Raksasa

MEMANCING adalah hobi Sukro (nama yang disamarkan). Ia senang sekali memancing dan sudah banyak tempat yang dikunjungi, mulai dari tempat

Close