ASAL-USUL BERBAGAI JENIS KERIS PUSAKA DI JAWA (4) – Aksi Pencurian Bupati Blambangan Shiunglaut

DALAM sebuah kisah, konon keris Sengkelat pernah dicuri oleh seorang utusan maling aguna dari Blambangan. Tersiar kabar bagi kerajaan yang memiliki kekuatan dan tangguh dalam menghadapi berbagai serangan lawan, haruslah memiliki keris pusaka bernama Kiayi Sengkelat. Pada hal keris berpamor kemerahan itu dikenal milik Sunan Kalijaga di Tuban. Karena terdorong ingin menjadikan kerajaannya kokoh dan kewibawaannya tak tertandingi, penguasa Blambangan yang bertahta saat itu Bupati Shiunglaut menginginkan kerajaannya dijaga oleh keampuhan Kiayi Sengkelat.

Maka drama pencurian yang melibatkan teknik mencuri kelas wahid di zamannya pun dilakukan oleh seorang maling aguna yang pilih tanding kesaktiannya. Tidak setiap orang memiliki kemampuan mengenali wujud keris dapur Sengkelat. Apa lagi dapat memboyongnya, karena bobot keris yang memiliki wanda prasaja alias sederhana itu dibikin dari biji tosan yang unik bobot, bebetnya. Sehingga barang siapa yang bisa membawa keris itu berpindah tempat dari penyimpannya di Tuban, jelas tidak diragukan lagi keampuhan dan kesaktian maling itu. Dan ternyata utusan itu bisa membawa keris Sengkelat masuk Blambangan. Saking gembiranya Adipati Shiunglaut lantas memberi hadiah dengan mengangkat utusan tadi sebagai pepatih dalem.

Sunan Kalijaga mengetahui kalau keris Sengkelat hilang dari gedung pusaka, lantas mengutus Empu Supa sebagai pembuat untuk mencarinya. Dengan menyamar sebagai tukang pande yang menyusup masuk ke Blambangan. Mendengar ada ahli pande kenamaan berada di kerajaannya hati Shiunglaut betapa girangnya. Sebab dia tahu, bagaimana pun rapatnya menyembunyikan kejahatannya mencuri Kiayi Sengkelat, pasti akan diketahui juga oleh Sunan Kalijaga.

Maka untuk mengelabuhi ketika Sunan Kalijaga meminta baliknya keris nantinya, oleh Adipati Shiunglaut diperintahkan pada ahli pande kondang itu untuk membuat duplikat atau tiruan Kiayi Sengkelat sepatut mungkin, bahkan kalau bisa sama persis agar tidak bisa dibedakan keduanya. Memenuhi keinganan Shiunglaut, oleh ahli pande yang sejatinya Empu Supa itu, tidak dibuat sebuah duplikat tetapi dua duplikat. Sedangkan Kiayi Sengkelat yang asli dari saton tosan sak klungsu disimpannya.

Begitu pesanan Shiunglaut selesai, Adipati tidak bisa membedakan mana yang palsu dan mana yang asli sehingga diminta pande itu untuk menunjukkannya. Tapi karena keduanya memang memiliki kemiripan sempurna, oleh empu pande itu dikatakan sebaiknya keduanya disimpan saja dijaga agar satu sama lainnya tidak dipisahkan. Karena untuk memilih mana yang asli sangat sulit, begitu kilah Empu Supa dalam penyamarannya. Kisah ini merupakan versi lain dari sejarah terjadinya keris Kiayi Sengkelat ada tiga bilah.

Begitu tugas penyamaran selesai dan berhasil mendapatkan kembali keris Sengkelat, Empu Supa pun lantas kembali ke Tuban guna menghaturkan hasil pekerjaannya pada Kanjeng Sunan Kaligaja. Sepulangnya di Tuban, keris Sengkelat mendapat pengawasan serius agar jangan sampai tajuh ke tangan penguasa lalim, apa lagi penguasa yang hanya menginginkan kekuasaan semata. Kalau sampai itu terjadi bisa merusak ketenteraman di Jawa, saat itu. (Teguh)

Read previous post:
Kenikir Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

SENANG mengkonsumsi daun kenikir diyakini berdampak bagus bagi kesehatan. Cara pemanfaatannya antara lain dijadikan lalapan, dikombinasi pada pecel atau keripik

Close