ASAL-USUL BERBAGAI JENIS KERIS PUSAKA DI JAWA (2) – Keris Dapur Sengkelat dan Dapur Crubuk

BAHAN tosan sebesar klungsu atau biji buah asem Jawa yang diberikan Sunan Kalijaga, membuat empu Supa sontak agak terperanjat. Meski dalam benaknya muncul partanyaan, apakah Kanjeng Sunan ingin menguji kemampuannya dalam membuat senjata? Tapi karena rasa hormat dan patuh kepada sang guru, empu Supa pun tidak lantas mengiyakan pembuatan gaman lebe. Petimbangannya kalau dia langsung membuat dengan bahan minimalis itu, pasti akan membuat perasaan Kanjeng Sunan seperti diungguli kemampuannya. Dan itu sangat dihindari oleh empu Supa dengan segala kerendahatiannya.

“Kanjeng Sunan, tosan hanya sebesar biji asem ini sangat kecil, mana mungkin bisa dibikin gaman lebe,” ucap empu Supa.

Kanjeng Sunan Kalijaga paham dengan maksud pertanyaan murid yang sekaligus adik iparnya itu. Maka dengan senyum lantas dikatakan, kalau bakal tosan itu besarnya segunung. Dengan ajaibnya bahan tosan itu pun berubah menjadi besar. Empu Supa makin kaget dan merasa tidak sanggup untuk membuat gaman dengan bahan sebesar itu di besalennya.

“Kalau sebesar gunung seperti ini, mana bisa saya japit dengan alat ini kanjeng Sunan,” ucap empu Supa penuh takdim pada sang guru yang kesaktiannya tidak kepalang tanggung itu.

“Kerjakan saja, bahannya hanya sebesar klungsu,” tegas Sunan Kalijaga bersamaan dengan kembalinya bahan tosan menjadi seperti semula sebesar klungsu.

Meski dalam benaknya masih berkecamuk berbagai keganjilan nalar karena bahan tosan sebesar klungsu itu ternyata memiliki bobot yang luar biasa, bahkan tidak sebanding dengan wujud fisiknya. Setelah mendapatkan izin empu Supa lantas mengerjakan tosan itu ditempa memenuhi permintaan guru yang juga kakak iparnya.

Hampir setiap hari empu Supa mengerjakan pesanan gaman kanjeng Sunan Kalijaga dengan sepenuh hati. Kemampuan fisiknya dicurahkan untuk membentuk senjata itu sesempurna mungkin. Kekuatan batinnya pun menyatu dengan senjata yang dipesan, agar bisa memuaskan hati kanjeng sunan. Setelah beberapa hari, pesanan itu pun diserahkan pada Kanjeng Sunan Kalijaga.

Melihat bentuk pesanan yang sudah diserahkan sepertinya tidak sesuai harapan Kanjeng Sunan, meski begitu Sunan Kalijaga merasa tertarik dan sangat menikmati keindahan senjata yang ternyata berbentuk keris dengan luk 13. Bahkan pada bilah itu bagai memancarkan semburat warna kemerahan. Meski hati kecilnya merasa kecewa karena tidak sesuai dengan harapan, namun dibalik itu muncul kebanggaan karena adik iparnya punya talenta luar biasa sebagai empu keris.

“Supa. Keris ini sangat indah, kalau digunakan oleh seorang santri tidak sesuai. Keris ini cocoknya untuk para raja di Tanah Jawa. Karena warnanya kemerahan, keris ini aku beri nama Sengkelat. Sementara biar kau pakai saja. Tapi aku tetap ingin kau membuatkan keris yang sesuai bagi seorang santri,” pinta Sunan kalijaga sambil menyerahkan bakal tosan sebesar buah kemiri.

Setelah bakal tosan itu ditempa di besalen, kemudian dibentuk sedemikian rupa menjadi keris berbentuk pedang suduk atau golok (belati) dengan gonjo sepan di pangkalnya. Begitu ditunjukkan kepada Kanjeng Sunan, betapa gembiranya Sunan kalijaga melihat senjata itu. Selain terlihat sederhana dan patut, senjata itu pun sesuai dengan harapannya sebagai alat untuk menyembelih hewan. Karena saking gembiranya oleh kanjeng Sunan Kalijaga senjata itu diberi nama dapur Crubuk. (Teguh)

Read previous post:
Anggur Bantu Gelontor Timbunan Toksin

PENYEBAB munculnya gangguan kesehatan cukup beragam dan sudah selayaknya kita berusaha pencegahan maupun melawan ketika terserang. Dengan demikian dapat diraih

Close