MISTERI MAKAM IBU UNTUNG SUROPATI DI PANDAK (4-HABIS) – Ratu Kidul Perintahkan Dirawat

Ketenaran Nyai Gadhung Mlati dan Gusti Ayu Setyaningsih ingin ditiru kalangan orang yang berprofesi sebagai artis panggung khususnya sindhen, penari, atau pengrawit. Hal seperti ini kemudian menyebabkan banyak orang berziarah ke makam Nyai Gadhung Mlati dengan harapan agar terkenal dan laris tanggapan.

DALAM perkembangannya bukan hanya orang-orang dari kalangan seniman panggung saja yang berziarah dengan ujub tertentu di lokasi makam Nyai Gadhung Mlati ini. Orang-orang yang punya ujub lain pun banyak pula yang berziarah ke tempat ini.

Entah itu ujub sukses dalam berbisnis maupun ujub sukses dalam mencari kedudukan atau pangkat dan derajat. Demikian tutur Arjo Suwito (70) selaku jurukunci setempat.
Bagi peziarah yang memang memiliki ujub tertentu disarankan untuk datang pada malam Jumat atau Selasa Kliwon sebab hari tersebut merupakan hari yang dipandang cukup umum sebagai saat peziarahan di makam Nyai Gadhung Mlati.

Sedangkan syarat atau ubarampe yang biasa dibawa peziarah ke tempat ini umumnya berupa bunga, kemenyan, rokok kretek, dan uang wajib ala kadarnya. Ada pula yang melakukan peziarahan di tempat ini dengan cara menginap atau bertirakat beberapa hari. Hal itu pun tidak dilarang asalkan yang bersangkutan telah mendapatkan ijin dari pengurus dusun dan jurukunci setempat.

Pernah terjadi ada orang bertirakat di tempat ini kemudian mendapatkan wangsit bahwa dirinya mendapat dhawuh perintah dari Kanjeng Ratu Kidul. Dhawuh itu antara lain berbunyi agar orang yang bersangkutan sanggup dan tekun dalam mengasuh dua orang anak. Orang yang bertirakat itu pun tidak mengerti apa maksud dari perintah itu. Dua orang anak yang dimaskudkan apakah anaknya sendiri ataukah anak dalam pengertian lain.

Ketika hal ini ditanyakan kepada Arjo Suto, ia pun tidak bisa menjawabnya. Selain itu peziarah itu juga mendapatkan keterangan bahwa Kanjeng Ratu Kidul sedang sangat sibuk. Perintah maupun keterangan itu tidak disampaikan sendiri secara langsung oleh Kanjeng Ratu Kidul melainkan oleh abdi dalem Kanjeng Ratu Kidul yang diutus untuk menemuinya di dalam mimpi. Kompleks makam Nyai Gadhung Mlati nampak menyendiri karena keletakannya memang relatif jauh dari pemukiman penduduk. Makam ini berada di atas sebuah bukit kapur di wilayah Nggluntung Lor. Nisan Nyai Gadhung Mlati berbentuk persegi dengan hiasan lempengan gerabah di semua dinding nisan betonnya. (Albes Sartono/Jbo)

 

Read previous post:
TERKAIT REKENING DANA KAMPANYE – KPU Sleman Gelar Bimtek

SLEMAN (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman memberikan batas waktu kepada partai politik (parpol) untuk menyerahkan Rekening Khusus

Close