MISTERI MAKAM IBU UNTUNG SUROPATI DI PANDAK (2) – Setyaningsih Sayang Sang Kakak

Setelah bayinya lahir yang kemudian diyakini menjadi bayi Untung Suropati, Nyai Gadhung Melati bunuh diri sehingga membuat Ki Surokanthi bingung dan juga sedih. Ia tidak tahu bagaimana merawat bayi itu. Untung ada sepasang suami istri lewat yang bernama Kartorejo yang bersedia mengasuhnya.

BEGITU Kartorejo pergi sambil membawa bayi, Ki Surokanti pun bingung bercampur putus asa sekaligus sedih karena majikannya telah meninggal. Akhirnya ia pun mengambil keputusan untuk mengikuti apa yang dilakukan majikannya. Ia juga bunuh diri di tempat itu.

Sekalipun demikian, ada versi lain yang menyatakan bahwa Ki Surokanti tidak meninggal dengan cara bunuh diri melainkan meninggal dengan cara yang wajar. Artinya, ia meninggal setelah usianya benar-benar tua.

Kepergian Nyai Gadhung Mlati dari rumah akhirnya membuat adiknya yang bernama Gusti Ayu Setyaningsih ingin menyusulnya karena ia sangat mencintai kakaknya. Semula kedua orang tuanya tidak memperbolehkannya, namun kemauan keras Gusti Ayu Setyaningsih tidak bisa dihentikan lagi.

Dengan terpaksa kedua orang tuanya mengijinkannya menyusul Nyai Gadhung Mlati. Begitu sampai di Pandak ternyata apa yang dicarinya semuanya sudah tidak ada atau meninggal. Gusti Ayu Setyaningsih pun akhirnya bunuh diri dan minta makamnya disandingkan dengan makam kakaknya.

MERAPI-ALBES SARTONO Nisan makam pesinden dan penari tenar.
MERAPI-ALBES SARTONO
Nisan makam pesinden dan penari tenar.

Ada pula versi lain yang menyatakan bahwa kepergian Nyai Gadhung Mlati dari rumah orang tuanya (kemungkinan Keraton Majapahit) diikuti oleh Gusti Ayu Setyaningsih dan Ki Surokanti. Bahkan mungkin dengan abdi-abdi yang lainnya.

Pengembaraan hingga ke Pandak, bantul dilakukannya dengan cara mengamen atau mbarang ledhek. Hal demikian terpaksa dilakukannya untuk dapat hidup bersama para abdi atau pengikutnya. Oleh karena kecantikan dan kepiawaian rombongan Nyai Gadhung Mlati dalam urusan pentas ledhek barangan, maka ia pun cukup laris tanggapan.

Sesampai di Pandak ini pula kemungkinan besar setelah ia melahirkan tanggapannya menjadi berkurang. Selain itu kondsisi ekonomi di wilayah ini memang sedang berkekurangan sehingga ia dan rombongannya ikut kekurangan pula. (Albes Sartono/Jbo)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Bayi Itu Diberi Nama Afifah

LIMA bulan terlewatkan, akhirnya Inem melahirkan jabang bayi mungil. Bayi perempuan itu oleh Pono diberi nama Afifah. Menurut arti katanya,

Close